Jumat, 22 Maret 2019 13:06 WIB

Herman Deru Berpotensi Abaikan Instruksi Presiden

Editor : Yusuf Ibrahim
Ketua Panpel, Eddy Sofyan (kedua dari kiri). (foto istimewa)
JAKARTA, Tigapilarnews.com- Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, berpotensi mengabaikan Instruksi Presiden No 3/2019 Tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional, terkait tidak keluarnya izin penggunaan Stadion Jakabaring, untuk acara puncak Alex Noerdin Cup 2019, yang menghadirkan pesepakbola dari Brasil, Ronaldinho. 
 
Alex Noerdin Cup 2019 murni pembinaan sepakbola usia dini, di mana 7.000 pesepakbola anak-anak akan mendapatkan coaching clinic dari Ronaldinho, dan Pemprov berkewajiban memberikan dukungan jika mengacu pada adanya instruksi presiden. 
 
"Saya hanya ingin menyinggung soal Instruksi Presiden No 3 Tahun 2019 Tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional. Pemerintah Daerah, baik tingkat provinsi ataupun kabupaten/kota diamanatkan untuk mendukung pembinaan persepakbolaan. AN Cup 2019, itu pembinaan. Ketika permintaan izin Stadion Jakabaring ditolak, ada potensi pelanggaran atas instruksi Presiden Jokowi tersebut," kata Yesayas Octavinus, Officer Jakarta untuk Alex Noerdin Cup 2019, yang mendampingi Ketua Panpel Eddy Sofyan yang juga Ketua Umum Badan Sepakbola Rakyat Indonesia (BASRI) dalam Konferensi pers di Jakarta, Rabu (21/3/2019).
 
Yesayas yang juga wartawan senior ini, menyebutkan Instruksi Presiden No 3/2019 itu, juga ditujukan kepada para gubernur, para bupati dan walikota. Para kepala daerah itu, sesuai instruksi presiden yang ditandatangani 25 Januari 2019 tersebut, pada point 13b disebutkan
"agar menggelar kompetisi kelompok umur sepak bola unggulan, dan training center di wilayah masing-masing, untuk peningkatan prestasi sepakbola nasional dan internasional".
 
Eddy Sofyan menambahkan, pihaknya sudah menyelenggarakan pembinaan itu, selama beberapa bulan terakhir. Bahkan, berkeliling Pemprov Sumsel untuk menggelar kompetisi dengan menghadirkan eks pemain timnas, sekaligus melakukan coaching clinic kepada pesepakbola usia dini. 
 
"Pemprov tinggal beri izin, kita sewa Stadion Jakabaring. Tapi, sampai hari ini, tidak jelas. Kami dipingpong, diambangkan," jelas Eddy, yang mengaku telah melakukan komunikasi secara intens dengan pihak manajemen Jakabaring, bukan hanya melalui surat tapi datang dan bertemu langsung. 
 
Terakhir, Selasa lalu, sebutnya ia ditemani Nasir Salasa, Swapris, dan Hery Kiswanto bahkan berusaha menemui Gubernur. Namun gagal, dan pihak kantor gubernur hanya mewakilkan kepada Staf Humas bernama Hadi. Untuk membuktikan upayanya, Eddy juga membagi foto ke media, terkait kehadirannya di kantor gubernur tersebut.
 
"Tidak hanya dengan gubernur, upaya saya bertemu dengan Direksi JSC juga tidak berhasil. Karenanya, kedatangan Ronaldihno kita reskedul, dan kemungkinan dipindahkan ke GBK," jelas Eddy, saat dikonfirmasi pada Kamis (21/3/2019) malam.
 
Penegasan Eddy ini sekaligus mementahkan jawaban Direktur PT Jakabaring Sports City (JSC), Meina Paloh yang mengatakan, seharusnya panitia Alex Noerdin Cup 2019 sowan ke pemerintah Pemprov Sumsel. "Ini kan acara besar, yang dihadiri oleh Presiden, seharusnya panitia juga ngobrol dong ke Pemprov," kilahnya, Rabu (20/3/2019), yang juga mengakui telah menerima surat permohonan izin menggunaan stadion Jakabaring.
 
Dikonfirmasi media, Gubernur Sumsel Herman Deru pada Kamis (21/3/2019) berkilah dirinya tidak pernah melarang kehadiran Ronaldinho di Palembang. "Saya tidak menyuruh, juga tidak melarang," jelasnya. 
 
Deru juga menyebut, izin penyelenggaraan kegiatan bukan wewenang pemerintah daerah. JSC sekarang dipegang swasta, tanpa ada campur tangan dari Pemprov. "Pengajuan surat izin tidak ke gubernurlah, mana ada hubungannya," kilahnya. 
 
Soal tidak didapatnya izin, Deru menyebut kemungkinan ada ketidakcocokan harga. "Mungkin nggak cocok harga dengan JSC, belum cocok harga dengan Ronaldinho-nya," sebut dia.(ist)

0 Komentar