Selasa, 26 Maret 2019 11:15 WIB

Santri Zaman Now Harus Mengerti Teknologi IT

Editor : Eggi Paksha
KH Ma'ruf Amin. (foto istimewa)

JAKARTA, Tigapilarnews.com- Cawapres nomor urut 01 KH Ma'ruf Amin memulai kampanye terbukanya di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, Senin (25/3/2019) malam.

Dalam kampanyenya, Kiai Ma'ruf memperkenalkan Hologram Kampanye Jokowi-Amin. Tak lupa juga mengingatkan masyarakat Lebak, tentang pentingnya pendidikan pesantren yang dikomparasikan dengan peningkatan skill di bidang teknologi. 

Masyarakat Banten, yang rata-rata berkultur santri, menurut Kiai Ma'ruf punya banyak potensi yang bisa dikembangkan. "Santri jangan putus asa. Santri zaman now punya tantangan kompleks. Jadi harus mempersiapkan diri," ujar Kiai Ma'ruf. 

Santri zaman now harus mulai mengerti teknologi IT, agar bisa memanfaatkan 'tol langit'. Sebuah infrastruktur teknologi yang dibuat pemerintah, untuk kemaslahatan diri, kemaslahatan umat dan bangsa ini.

Kiai Ma'ruf mencontohkan sejumlah startup buatan anak negeri yang kini berhasil menjadi perusahaan skala Unicorn. Ke depan, santri juga bisa jadi pengusaha, jadi founder startup, jadi influencer sambil berdakwah. Sebab santri zaman dulu pun banyak yang jadi pedagang besar, pengusaha, politisi, kepala daerah, dan lain-lain. 

"Saya ini santri. Sekarang Pak Jokowi mengangkat santri jadi calon wakil presiden. Kalau sekarang ini saya terpilih jadi wakil presiden, ke depan mudah-mudahan ada santri jadi presiden. Sebab sekarang juga banyak santri menjadi kepala daerah," ujarnya, seraya mengabsen sejumlah nama kepala daerah berlatar belakang pesantren.

Terkait pengembangan potensi santri ini, Direktur Master C 19, Doddy Dwi Nugroho mengungkapkan, pihaknya telah mempersiapkan dan melaksanakan berbagai pelatihan untuk santri, yang muaranya adalah peningkatan skill santri.

"Kita punya Santri Milenial Centre yang sudah merilis berbagai pelatihan. Dari pelatihan barista, IT sampai barbershop. Tak hanya pelatihan, yang punya potensi bagus dan bisa membaca pasar dengan baik, ada juga yang sudah dibantu permodalan awal. Kini sudah berkembang di beberapa daerah," paparnya.(ist)


0 Komentar