Selasa, 30 April 2019 14:28 WIB

Kemenpora Jadikan Kampus sebagai Ikhtiar Wujudkan Wirausahawan

Editor : Eggi Paksha
Asrorun Niam Sholeh (tengah) dan Imam Gunawan (ketiga dari kiri). (foto Esa/Tigapilarnews.com)

JAKARTA, Tigapilarnews.com- Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta menjadi lokasi pembuka atau tahap pertama dari rangkaian gelaran Kuliah Kewirausahaan Pemuda 2019 yang digagas Kemenpora.

Deputi Pengembangan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Asrorun Niam Sholeh, menerangkan jika kegiatan ini merupakan salah satu ikhtiar pihaknya untuk menumbuhkan minat kewirausahaan di kalangan pemuda yang akan berlangsung di 22 universitas se-Jabodetabek.

"Pemuda merupakan lapisan yang paling strategis untuk menumbuhkan wirausahawan-wirausahawan yang akan mengantarkan kemandirian kita sebagai bangsa," kata Niam, saat menjelaskan mengapa menyasar kaum muda, dalam acara Kuliah Kewirausahaan Muda 2019 di Auditorium UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Selasa (30/4/2019) pagi.

Niam menambahkan, universitas atau kampus juga sebagai salah satu kawah candradimuka untuk kepentingan proses pembelajaran dan juga proses kaderisasi kaum elite muda. Karena itu, pihaknya menyasar kaum muda dan di kampus ini merupakan ikhtiar yang dilakukan sebagai wujud terobosan untuk langsung menyasar ke jantung elite stategis guna mewujudkan wirausahawan-wirausahawan.

Lebih jauh ia juga berharap dengan adanya kerja sama antara Kemenpora bidang pengembangan pemuda dengan 22 universitas di Jabodetabek akan muncul alumni-alumni terbaik. "Melalui mekanisme seleksi tentunya, guna masuk kepada jenjang pendidikan pada tahap berikutnya. Yaitu pendampingan untuk mengembangkan wirausahawan muda," imbuhnya.

Bagi anak-anak kaum muda yang sudah melalui proses kuliah kewirausahaan pemuda, dilanjutkan Niam, kemudian akan masuk dan terseleksi di dalam fase berikutnya. Nantinya bisa memperoleh dukungan fasilitasi kewirausahaan muda pemula dari Kemenpora dengan asumsi anak-anak muda punya talenta dan juga potensi yang baik.

“Bagaimana kita kemudian berikhtiar untuk mengoptimalkan potensi tersebut dan juga menfasilitasi agar potensi itu tumbuh serta terus berkembang. Setelah tumbuh dan berkembang, dia harus berani memulai dan pada saat dia berani memulai, bisa jadi saat orang lain atau pelaku usaha belum percaya, maka kementerian hadir untuk memberikan stimulasi berupa dana hibah agar mereka bisa lengkap sebelum memperoleh kepercayaan dari lembaga keuangan untuk berkolaborasi. Baru setelah itu mulai berjalan, maka akan kita pertemukan dengan para pelaku usaha yang sudah mapan dengan pendekatan yang kolaboratif,” tegasnya.

Sementara itu, Asisten Deputi Kewirausahaan Pemuda, Imam Gunawan, melanjutkan bahwa kegiatan ditekankan dalam rangka sebanyak-banyaknya menumbuhkan wirausahawan yang baru. Untuk tumbuh, diutarakan Imam, kalau bisa diibaratkan benih tanaman, atau biji-bijian, membutuhkan iklimnya, tanahnya, dan cuacanya juga mendukung.

“Kuliah kewirausahaan pemuda ini adalah bagian dari kita bersama-sama untuk berusaha agar tumbuh wirausawan-wirausahawan muda yang baru. Di antara program nasional itu, ada satu namanya program penumbuhan minat berwirausaha, kemudian satu di antaranya adalah namanya kuliah kewirausahaan,” katanya.

“Apa maksud dari kuliah kewirausahaan ini? Yang pertama tentu saja ingin menegaskan kembali atau menggarisbawahi lagi tentang pentingnya berwirausaha. Dengan hadirnya para peserta dalam Kuliah Kewirausahaan Pemuda di UIN Jakarta hari ini, sudah menjadikan keyakinan buat kami dari Kementerian bahwa peserta yang hadir ingin berwirausaha.”

Dalam acara ini, masih dipaparkan Imam, nantinya para peserta akan diberikan banyak hal-hal yang berkaitan dengan kewirausahaan. Misalnya saja, akan ada penjelasan-penjelasan atau contoh-contoh yang nyata seperti telling story, atau telling success story bagaimana memulai bisnis dan mengelolanya.

“Kemudian juga akan disampaikan beberapa cara memulai bisnis seperti apa, bagaimana cara membuat rencana bisnis, bagaimana cara melakukan upaya-upaya yang bisa mengantarkan kita semua menjadi wirausahawan. Dengan informasi-informasi tersebut tentu bisa mengantarkan kita semua menjadi wirausahawan-wirausahan muda baru, karena Insya Allah kegiatan ini tidak hanya berhenti di sini saja.”

“Setelah ini para peserta yang hadir akan diseleksi oleh tim dari UIN Jakarta maupun dari pihak Kemenpora, dengan cara para peserta akan diberi tugas untuk membuat Business Model Canvas (BMC). Semakin banyak yang membuat bisnis tersebut makin gampang, maka persaingan semakin ketat.”

Dalam kesempatan tersebut diceritakan bagaimana cara-cara menyusun bisnis model canvas dan diberikan contohnya. Selain itu, diseleksi secara ketat dan akan diambil 15 orang dari setiap kampus berdasarkan dari tugas-tugas yang nantinya akan diberikan para mentor ata instruktur.

“Setelah terkumpul orang-orang terpilih tersebut, nantinya akan mengikuti pelatihan yang bertempat di Kemenpora. Setelah mengikuti selekti tahap kedua, dari keseluruhan akan dipilih 300 orang untuk mendapatkan pelatihan tahap berikutnya dengan materi yang lebih spesifik lagi. Setelah itu kembali akan terpilih sekitar 150 orang. Setelah terpilih 150 orang, akan dikerucutkan menjadi setengahnya melalui tahap seleksi guna mendapatkan akses permodalan dari Kemenpora,” pungkasnya.

Hadir juga dalam kesempatan tersebut yakni perwakilan Rektor Amany Burhanuddin Umar Lubis, Muhammad Maksum selaku Wadir PPSDM UIN, Cuplis Supriyadi, owner Pondok Sepeda, Aang Permana, owner sipitek, Afiat Rasyid Rustamadji, Sekretaris BPD DKI Jakarta Komunitas Sahabat Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), perwakilan dari PT Astra Internasional Tbk,  Ketua Panitia sekaligus Kabid Pemetaan Kewirausahaan di Kemenpora, Sutrija dan Perwitasari selaku Kasubbid Pemetaan Bidang Penelusuran dan Pemetaan Potensi Kewirausahaan Pemuda serta Ruskomalasari.(exe)


0 Komentar