Jumat, 05 Juli 2019 11:57 WIB

Mahfud Sebut Gejala Kepastian Hukum Mulai Dilanggar

Editor : Eggi Paksha
Prof Mahfud MD. (foto istimewa)

JAKARTA, Tigapilarnews.com- Prof Mahfud MD menegaskan, saat ini yang paling penting dalam merajut masa depan Indonesia dan menguatkan nasionalisme adalah bagaimana menegakkan hukum dan keadilan.

"Bagi saya nasionalisme kita harus berbasis penegakan hukum dan keadilan", tegas Mahfud MD di depan peserta dialog "Merajut Masa Depan Indonesia" yang diselenggarakan oleh organisasi nirlaba United in Diversity (UID).

"Saya selalu mengatakan dan berkeyakinan, kalau hukum dan keadilan bisa ditegakkan dengan baik, lebih dari 50% persoalan kita selesai, sisanya itu ad-hoc." terangnya.

Di sela sela acara dialog itu, Mahfud MD mengemukakan, "kalau hanya grusa-grusu dengan penuh emosi mau menegakkan hukum tapi tidak memberi kemanfaatan bagi kelangsungan bangsa dan negara harus dihindari."

Dia melihat bahwa sekarang ini ada gejala kepastian hukum mulai dilanggar. Karena penegak hukum mungkin terlalu berlebihan.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu memberikan contoh tentang orang yang sudah menyelesaikan urusannya tapi kini diungkit ungkit lagi. Itu sebenarnya tidak boleh menurut dunia hukum, karena tidak memberi kepastian.

"Orang sudah menyelesaikan urusan hukum, koq tiba tiba dianggap belum selesai. Kasus seperti itu sekarang sudah mulai banyak terjadi. Sudah mulai menggejala." ungkapnya.

Acara dialog yang dilangsungkan di Hotel Raffles, Jakarta ini dihadiri ratusan peserta terdiri dari kalangan masyarakat madani, pejabat negara, tokoh masyarakat, akademisi, pengusaha serta praktisi hukum dan peserta peserta dari daerah.

Sementara itu, Prof. Ahmad Syafii Maarif menyerukan agar masyarakat mulai berani dan tidak perlu merasa ketakutan menyuarakan kebenaran apapun latar belakang sosial budayanya. "Mayoritas kita masih waras, tapi masih diam karena pertimbangan agama, ras, dan lain-lainnya," timpalnya.

Ahmad Syafii Maarif juga menandaskan kepada para politisi maupun tokoh-tokoh partai politik untuk naik kelas. “Kita harapkan kepada para politisi mau naik kelas, belajar menjadi negarawan,” kata Syafii.(exe)


0 Komentar