Rabu, 15 Januari 2020 17:52 WIB

Neraca Dagang Indonesia Disebut Defisit

Editor : Eggi Paksha
Ilustrasi. (foto istimewa)

JAKARTA, Tigapilarnews.com- Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto, mengumumkan neraca perdagangan Indonesia sepanjang tahun 2019 mengalami defisit USD3,20 miliar.

Angka ini lebih rendah dibandingkan posisi yang sama tahun 2018 sebesar USD8,6 miliar. "Secara keseluruhan pada 2019, neraca dagang mengalami defisit USD3,20 miliar. Tapi ini lebih kecil dari defisit tahun 2018 yang sebesar USD8,60 miliar," ujar Suhariyanto di Gedung BPS, Jakarta, Rabu (15/1/2020).

Ia menerangkan, defisit ini lebih banyak disumbang oleh defisit migas sebesar USD9,3 miliar, akibat lifting migas yang meleset dan naiknya harga minyak. Sedangkan non migas mencatat surplus sebesar USD6,1 miliar.

Sementara itu, terang Suhariyanto, neraca perdagangan Indonesia pada Desember 2019 lewat, mengalami defisit USD30 juta. Angka ini lebih rendah dibandingkan neraca dagang bulan November 2019 yang mengalami defisit sebesar USD1,38 miliar.

"Pada Desember 2019, nilai ekspor kita mencapai USD14,47 miliar, sementara nilai impor kita sebesar USD14,50 miliar," pungkasnya.(ist)


0 Komentar