Jumat, 22 Mei 2020 22:48 WIB

Rakor Pembentukan Kampung Tangguh Akibatkan Kapolsek Dicopot

Editor : Eggi Paksha
Kapolda Jawa Timur (Jatim) Irjen Pol Muhammad Fadil Imran. (foto istimewa)

JAKARTA, Tigapilarnews.com- Kapolda Jawa Timur (Jatim) Irjen Pol Muhammad Fadil Imran mencopot seorang kapolsek yang tertidur saat rapat koordinasi pembentukan Kampung Tangguh bersama Wali Kota Surabaya guna penanganan persebaran COVID-19 di Gedung Sawunggaling Pemkot Surabaya, Jumat (22/5/2020) siang.

Kapolda jatim secara tegas meminta seluruh kapolsek untuk serius dalam penanganan kasus COVID-19. Sementara Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyatakan pembentukan Kampung Tangguh ini berfungsi untuk mengetahui secara cepat permasalahan terkait COVID-19 di kampung-kampung yang ada di Surabaya dengan memaksimalkan peran berbagai elemen.

Kapolda Jatim Irjen Pol Muhammad Fadil Imran tampak geram dengan sikap seorang oknum kapolsek yang tak serius mengikuti rapat koordinasi penanganan COVID-19 Surabaya. Padahal saat ini Surabaya mengalami penambahan kasus positif COVID-19 baru sebanyak 311 orang .

“Masih positif ada pada angka 502 pada tanggal 21 kemarin dari gugus pusat. Sementara ada 311 ada di Surabaya. Mengapa naik? Enggak apa apa, kita nggak usah kecil hati ini tantangan kita. Hei kapolsek kamu jangan tidur, kapolsek eh kamu keluar saja. Karo SDM ganti kapolsek mana itu, saya minta serius ya saya minta kapolsek jangan main-main. Kamu menghadap Kabid Propam sekarang ya jelas. Ini jadi tantangan buat kita supaya kita serius,” kata Kapolda.

Bersama dengan Pangdam V Brawijaya, Rakor pembentukan Kampung Tangguh yang diikuti seluruh kapolsek, danramil dan camat di seluruh Surabaya ini bertujuan untuk mengetahui secara cepat, permasalahan dampak COVID-19 di kampung-kampung yang ada di Surabaya. Mulai dari warga yang belum mendapatkan bantuan pemerintah hingga warga yang memiliki gejala COVID-19 agar segera tertangani.

Dalam Program Kampung Tangguh ini seluruh elemen wajib bergerak secara sinergi mulai dari Babinsa, Babinkamtibmas , lurah serta RT-RW untuk melaporkan temuan permasalahan COVID-19 yang ada.

Sementara itu, Wal Kota Surabaya Tri Rismaharini langsung memerintahkan seluruh camat dan lurah di Surabaya untuk melaksanakan program tersebut guna menekan laju persebaran COVID-19 yang semakin meningkat di Surabaya.

“Selama ini memang kita minta data ke RT dan R siapa saja yang terdampak akibat COVID-19. Namun kami tidak tahu di lapangan ada orang yang tidak mau berbicara, ada yang tidak tercover bantuan kami.

Sehingga dari pembentukan Gugus Tugas Kampong Tangguh ini bagus sekali. Saya minta camat yang kawasannya banyak terkonfirmasi COVID-19 untuk menjalankan program ini,” kata Risma.

Berdasarkan data persebaran COVID-19, Kota Surabaya mengalami penambahan kasus positif  baru COVID-19 sebanyak 311 orang pada 21 Mei 2020, dengan kumulatif kasus positif COVID-19 total sebanyak 1.566 kasus.

Dari jumlah tadi, sebanyak 1.253 orang di antaranya masih dalam perawatan.  Sedangkan untuk kasus meninggal dunia  di Surabaya terjadi 156 kasus,  sementara  untuk jumlah kesembuhan di Surabaya mencapai 157 orang.(ist)


0 Komentar