Selasa, 26 Mei 2020 16:59 WIB

Khofifah Minta Warga Bantu Pemerintah Atasi Corona

Editor : Eggi Paksha
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa. (foto istimewa)

JAKARTA, Tigapilarnews.com- Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa menegaskan, pencegahan penyebaran pandemi COVID-19 tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah.

Butuh adanya partisipasi dan gotong rotong seluruh pihak agar pandemi virus corona ini bisa segera teratasi. "Masyarakat harus perlahan menerapkan kebiasaan normal baru dengan terbiasa menggunakan masker, menghindari kerumunan, rajin mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak atau physical distancing dan juga tidak keluar rumah kecuali dalam keadaan yang sangat urgent," kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Selasa (26/5/2020).

Orang nomor satu di Jatim itu mengucapkan selamat atas Hari Jadi ke-451 untuk Kabupaten Lamongan yang dirayakan hari ini, Selasa (26/5/2020). Dia berharap Kabupaten Lamongan terus berjaya dan membawa sejahtera bagi masyarakatnya.

"Kasus infeksi COVID-19 di Kabupaten Lamongan hari ini masih terbilang tinggi. Kabupaten Lamongan menempati urutan ke empat di Jawa Timur untuk daerah dengan kasus konfirmasi covid-19 tertinggi. Dimana hari ini ada sebanyak 87 kasus warga Lamongan yang terkonfirmasi positif COVID-19," terangnya.

Khofifah berharap agar masyarakat berperan aktif dalam menekan penyebaran pandemi COVID-19. Peran tersebut dimulai dari setiap masing-masing individu untuk memulai langkah terkecil. Yakni dengan menggunakan masker dan menerapkan physical distancing. "Menggunakan masker bisa menekan penyebaran COVID-19 hingga 60 persen," tegas Khofifah.

Selain itu, Khofifah juga mengingatkan pada seluruh warga Jatim untuk menahan dulu kegiatan mudik maupun silaturahmi di momen Syawal ini. Tetap mempertahankan gerakan di rumah saja adalah langkah terbaik yang bisa diambil saat ini dan mengganti silaturahmi secara virtual.

"Terutama karena persentasi OTG (orang tanpa gejala) yang dinyatakan terkonfirmasi positif COVID-19 di Jatim juga masih terus meningkat. Dimana saat ini angkanya mencapai 34 persen yang berpotensi positif COVID-19," pungkasnya.(jas)


0 Komentar