Kamis, 23 Juli 2020 13:33 WIB

16 Tahun Kembali ke Liga Primer, Bielsa Terapkan Cara-cara Tak Lazim di Leeds

Editor : Eggi Paksha
Marcelo Bielsa. (foto istimewa)

JAKARTA, Tigapilarnews.com- Penantian Leeds United merasakan ketatnya atmosfer Liga Primer terwujud.

Melalui perjuangan keras setelah berganti lima pemilik dan 15 pelatih, The Whites akhirnya kembali berkompetisi di kasta tertinggi elite Inggris tersebut. Ada peran Marcelo Bielsa dalam sukses Leeds.

Keberhasilan Bielsa membawa Leeds promosi dianggap sebagai kembalinya klub dengan latar belakang sejarah panjang, tidak hanya bagi mereka yang berada di Yorkshire, tetapi juga seluruh dunia yang mengikuti Liga Primer sejak lama. Leeds adalah salah satu klub asli yang berhabitat di Liga Primer. Mereka pernah menjuarai Liga Primer pada musim 1968-69, 1973-74 (era Divisi Utama), dan 1991-92.

Pada pertengahan 90-an, Leeds adalah di antara tim yang dominan. Saat itu, Liverpool kesulitan mengembalikan kejayaan, Arsenal masih berkembang di bawah Arsene Wenger, Tottenham Hotpurs tidak ada yang benar-benar diperhatikan, dan era Roman Abramovich belum dimulai di Chelsea.

Tetapi, dalam satu dasawarsa yang sebagian besar dimiliki Manchester United (MU), Leeds tetap bertahan, secara rutin finis di posisi lima besar pada akhir tahun 90-an, lolos ke Eropa dan menghasilkan banyak pemain berbakat, serta menyenangkan dari sistem akademi yang menyaingi Class of ë92. Puncaknya terjadi pada 2000-2001, dimana pelatih David OíLeary membawa HarryKewell dkk mencapai semifinal Liga Champions.


Namun, fase keemasan tersebut perlahan memudar. Untuk tetap kompetitif di puncak, pengeluaran Leeds melebihi semua klub lain dan utang mereka mulai meningkat. Akibatnya, klub harus menjual sebagian besar pemain bintang mereka. Menurut laporan BBC, mereka bahkan menjual tempat latihan dan stadionnya.

Setelah periode sulit, kehadiran Andrea Radrizzani sejak 2017 rupanya menjadi titik awal kebangkitan Leeds. Langkah terbaiknya adalah mendatangkan Bielsa pada 15 Juni 2018. Hanya membutuhkan dua musim, pelatih asal Argentina itu sukses mengembalikan Leeds United ke Liga Primer.

Tergolong juru taktik kawakan, Bielsa menerapkan cara-cara tidak lazim di Leeds mulai dari duduk di atas ember di pinggir lapangan hingga membuat para pemainnya membersihkan stadion dan bahkan memata-matai lawan-lawannya. Tapi, tidak ada yang memiliki dampak sedalam gaya bermainnya yang disebut Bielsaball .

Bielsa adalah pelatih berpikiran menyerang yang dikenal karena obsesinya membuat para pemainnya bergerak maju dan menekan lawan disetengah atas lapangan. Pemain nomor 10, dalam hal ini, memiliki peran penting, menghubungkan lini tengah dan serangan sambil berkontribusi memecah pertahanan melalui bola, tembakan dari luar kotak, dan umumnya mengarahkan keseluruhan permainan.

Pelatih kelahiran Rosario, Argentina, itu menginstruksikan para pemainnya memaksa lawan melepaskan bola dan membangun serangan balik. Aspek lain dari filosofi Bielsa berfokus pada pemain bertahan dan bek sayap. Mereka membuat gerakan tersinkronisasi sehingga ruang terbuka yang bebas bisa ditutup secepat mungkin.

Strategi Bielsa sangat kompleks dan tidak bisa hanya dijalankan dengan umpan pendek atau panjang yang biasa-biasa saja dan giring bola sederhana. Pelatih berusia 65 tahun itu adalah seorang arsitek. Dia lebih suka pemainnya bergerak dan berputar terus menerus untuk mencapai kelebihan numerik pada area lapangan dimana bola bergerak. 

Penumpukan dimulai dari belakang dan sering kali berakhir dengan serangan balik cepat dan tajam. Saat bertahan, tim menggunakan formasi 4-1-4-1, tetapi ketika menyerang, mereka kembali kekombinasi 3-3-1-3 khas Bielsa.

Detailnya, metode pelatihan Bielsa menggambarkan betapa sulitnya menerapkan gaya ini seperti yang disimpulkan oleh gelandang Leeds, MateuszKlich. “Rasanya seperti berada di militer. Kami tidakakan bermain di pertandingan. Semuanya taktik, taktik, taktik, dan kebugaran,” ungkap Klich dilansir Yorkshire Evening Post .

Bielsa juga membawa perubahan mentalitas seperti dikatakan bek Ezgjan Alioski. Dia menilai sang pelatih memberikan kepercayaan besar kepada pemain termasuk para pemain muda. Alionski beserta rekan-rekannya dan seluruh fans Leeds tentu harus berterima kasih atas kontribusi besar Bielsa.

Setelah 16 tahun, The Whites akhirnya kembali ke Liga Primer. Mereka dinobatkan sebagai juara Championship saat menjamu Charlton Athletic di Elland Road, dini hari tadi. Hebatnya Bielsa, sepanjang musim Leeds lebih sering di dua besardan tidak pernah keluar dari lima besar klasemen.

Kehadiran Bielsa dengan Leeds di Liga Primer disambut antusias bos Manchester City (Man City), Pep Guardiola. Dia mengucapkan selamat atas keberhasilan pelatih yang telah menginspirasinya selama ini karena memiliki karakter hebat dalam gaya kepelatihan. “Akan luar biasa bagi sepak bola Inggris untuk memiliki Bielsa di Liga Primer musim depan. Bielsa berada di urutan teratas daftar pelatih elite,” puji Guardiola. (ist)


0 Komentar