Rabu, 05 Agustus 2020 17:20 WIB

BTP Buka Alasan “Tanam” Orang dari KPK

Editor : Eggi Paksha
Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok. (foto istimewa)

JAKARTA, Tigapilarnews.com- Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok menyebutkan telah “menanam” orang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar tidak ada lagi pegawai dan pejabat Pertamina yang coba main-main.

Pernyataan ini disampaikan Ahok melalui video yang dilansir PT Pertamina (Persero) di akun YouTube “Pertamina” pada Senin (3/8/2020). Video ini dibuat judul “Komisaris Utama Bicara Arah Baru Pertamina”.

Ahok yang kini ingin dipanggil dengan sebutan BTP menyatakan, dia bersama jajaran Dewan Komisaris sangat serius melakukan berbagai perbaikan bagi PT Pertamina (Persero). Dia menegaskan, Dewan Komisaris terus mendorong dan mengawal agar seluruh jajaran perusahaan menjalankan asas transparansi. Selain itu, ungkap dia, Dewan Komisaris telah “menanam” orang dari KPK.

"Saya kira kita ibaratnya apa ya. Ada saya transparansi kita buka. Kita malah taruh orang di Sesdekom ini orang dari KPK. Jadi sekarang kita sudah MoU dengan KPK. KPK setiap saat bisa minta data apa saja dengan kita," tegas BTP sebagaimana dikutip dari akun Youtube Pertamina, Rabu (5/8/2020) sore.

Lebih dari itu, ungkap BTP, sebagai Komisaris Utama, maka dia tidak akan segan-segan melacak keluar-masuk uang dari siapapun di dalam PT Pertamina (Persero) yang diduga melakukan penyalahgunaan kewenangan. Pelacakan tersebut, dengan meminta bantuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). "Jadi sekali lagi, siapapun yang korup di Pertamina hati-hati anda nikmati. Kami akan lacak anda, melalui PPATK," ucapnya.

Lantas siapa orang dari KPK yang ditempatkan menjadi Sekretaris Dewan Komisaris (Sesdekom) PT Pertamina (Persero)?. Berdasarkan penelusuran, orang yang dimaksud BTP tadi adalah Sutarno Bintoro. Pria yang karib disapa Bintoro ini dilantik menjadi Sesdekom PT Pertamina (Persero) pada 1 April 2020 oleh Dewan Komisaris PT Pertamina (Persero).

Sutarno Bintoro memilik jejak panjang di KPK. Dia masuk menjadi pegawai KPK melalui program “Indonesia Memanggil 3” (2007/2008). Selama di KPK, Bintoro pernah bertugas sebagai penyelidik di Direktorat Penyelidikan pada Kedeputian Bidang Penindakan, dan fungsional monitor di Direktorat Monitor pada Kedeputian Bidang Informasi dan Data (Inda).

Selain itu, Bintoro juga pernah menjadi Spesialis Kerja Sama Aparat Penegak Hukum (Apgakum) pada Kedeputian Bidang Inda serta sempat diperbantukan di Tim Satuan Tugas Koordinasi dan Supervisi Pencegahan (Korsupgah) pada Unit Kerja Koordinasi Wilayah (Korwil).

Dari sisi pendidikan, Bintoro merupakan lulusan strata satu Ilmu Manajemen Universitas Bakrie dan strata satu Sastra Indonesia (Jurnalistik) Universitas Negeri Yogyakarta. Selepas itu Bintoro meraih gelar strata dua program Magister Manajemen Universitas Trisakti.

Terakhir, dia merampungkan pendidikan strata tiga Ilmu Administrasi di Universitas Brawijaya. Disertasinya berjudul “Implementasi Kebijakan Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010) pada Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia dalam Rangka Penanganan Pencucian Uang di Pasar Modal”.

Sutarno Bintoro menyatakan, proses seleksi calon Sekretaris Dewan Komisaris (Sesdekom) PT Pertamina (Persero) berlangsung sejak awal hingga akhir Februari 2020. Setelah melalui serangkaian proses seleksi hingga tahap akhir, Bintoro dinyatakan lulus dan terpilih sebagai Sesdekom. "Per 1 April 2020, saya dilantik sebagai Sesdekom Pertamina oleh Dewan Komisaris Pertamina," ungkap Bintoro.

Dia mengungkapkan, pelantikan dilakukan secara virtual dengan mengingat protokol pencegahan pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Jika tidak ada pandemi Covid-19, kata Bintoro, pelantikannya berlangsung di kantor pusat PT Pertamina (Persero) dengan dihadiri seluruh Dekom dan Dewan Direksi. "Pelantikan saya via video teleconference. Ada semua Dewan Komisaris. Jadi posisi di rumah masing-masing," ungkapnya.

Bintoro menggariskan, berdasarkan Peraturan Menteri BUMN Nomor: PER-12/MBU/2012 tentang Organ Penduduk Dewan Komisaris/Dewan Pengawas BUMN terdapat 10 tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Sesdekom. Di antaranya memastikan Dewan Komisaris mematuhi peraturan perundang-undangan dan menerapkan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).

Meski mengemban tugas berat, Bintoro memastikan siap membantu Dekom PT Pertamina (Persero) yang dipimpin Basuki Tjahaja Purnama. Bintoro menggariskan, sebagai Sesdekom maka dia yakin bisa mengintegrasikan nilai-nilai yang selama ini ada di KPK ke Dekom dan jajaran Sekretariat Dekom untuk perbaikan PT Pertamina (Persero).

"Saya yakin. Dan, ini kita sudah mulai meskipun tidak mudah. Seluruh Dekom dan jajaran mendukung. Ada arahan juga dari Dekom termasuk Pak BTP (Basuki Tjahaja Purnama). Kita kompak," ujarnya.(ist)


0 Komentar