Rabu, 02 September 2020 12:08 WIB

Jokowi Kembali Imbau para Kepala Daerah Bekerja Keras Tekan Jumlah Kasus Corona

Editor : Eggi Paksha
Dengan selalu menggunakan masker masyarakat diharapkan terhindar corona. (foto istimewa)

JAKARTA, Tigapilarnews.com- Enam bulan sudah pandemi corona melanda Indonesia. Namun, sampai hari ini kasusnya terus meroket.

Kemarin saja ada sekitar 2.775 kasus baru yang dilaporkan. Alhasil, total kasus Covid-19 di Indonesia yang telah dikonfirmasi adalah 177.571. Adapun jumlah pasien yang dinyatakan sembuh 128.057 orang dan angka kematiannya 7.505 kasus.

Berbagai upaya dan strategi sudahdi lakukan, namun belum membuahkanhasil. Karena itu butuh konsistensi dan kerja lebih keras lagi agar kondisinya dapat diperbaiki. Kemarin, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mewanti-wanti seluruh gubernur untuk memperhatikan pergerakan data kasus Covid-19 di wilayah masing-masing. Dia mengingatkan agar daerah yang kasusnya tinggi lebih hati-hati.

“Marilah kita lihat baik jumlah kasusnya, yang sembuh, dan jumlah yang meninggal. Jadi hati-hati untuk yang angkanya masih tinggi,” katanya saat membuka rapat terbatas yang digelar secara virtual dengan para gubernur.

Presiden meminta para kepala daerah bekerja keras agar dapat menekan jumlah kasus Covid-19. Jokowi mengingatkan bahwa di beberapa negara juga tengah mengalami peningkatan kasus positif. “Hati-hati saat ini berbagai negara kembali menjadi terjadi tren peningkatan kasus positif. Baik di negara Eropa maupun di kawasan Asia. Karena itu, kita harus hati-hati,” tuturnya.

Juru Bicara Satgas Penanganan corona, Wiku Adisasmito mengatakan, jumlah zona merah atau risiko tinggi mengalami peningkatan pada minggu ini. Perinciannya, kenaikannya mencapai 100% yakni dari 32 kabupaten/kota menjadi 65 kabupaten/kota dengan risiko tinggi.

Terlihat bahwa daerah dengan risiko tinggi naik cukup pesat dari 6,32% menjadi 12,65% kabupaten/ kota di Indonesia. “Kami mohon agar kabupaten/kota yang risiko sedang berubah menjadi tinggi untuk bekerja lebih keras lagi bersama seluruh masyarakat agar kondisinya dapat di per baiki,” harapnya.

Selain berisiko tinggi, terjadi juga kenaikan kabupaten/kota dengan risiko sedang dari sebelumnya 222 kabupaten/kota naik menjadi 230 kabupaten/kota. Adapun kabupaten/kota dengan risiko rendah turun dari 189 kabupaten/kota menjadi 151 kabupaten/kota. Sejauh ini wilayah yang tidak ada kasus baru dari 41 kabupaten/kota menjadi 42 kabupaten/kota.

Kelompok yang tidak terdampak makin menurun dari 30 menjadi 26 kabupaten/kota. “Zona tidak terdampak atau hijau turun 13,8% menjadi 13,22%. Terlihat di sini bahwa zona dengan risiko sedang naik dari 43,19% menjadi 44,75%. Dan yang kuning atau risiko rendah dari 36,77% turun menjadi 29,38%,” ungkapnya.(sit)


0 Komentar