Kamis, 03 September 2020 10:56 WIB

India Sebut PUGB Ancaman Bagi Kedaulatan dan Keamanan

Editor : Eggi Paksha
Remaja sedang serius main PUGB. (foto istimewa)

JAKARTA, Tigapilarnews.com- India baru saja melarang 118 aplikasi seluler beroperasi di negaranya, salah satunya termasuk game populer PUBG.

Game dari Tencent Holdings ini masuk dalam daftar karena dalam upaya meningkatkan tekanan pada perusahaan teknologi China, menyusul perselisihan dengan Beijing di perbatasan wilayah. Daftar 118 aplikasi yang sebagian besar berbahasa China juga mencakup aplikasi dari Baidu dan ShareSave Xiaomi.

Kementerian Teknologi India mengatakan aplikasi tersebut merupakan ancaman bagi kedaulatan dan keamanan India. "Aplikasi ini mengumpulkan dan membagikan data secara diam-diam, membahayakan data dan informasi pribadi pengguna yang dapat menimbulkan ancaman serius bagi keamanan negara," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan, dilansir dari Reutres, Kamis (3/9/2020).

Larangan itu diumumkan sehari setelah seorang pejabat senior India mengatakan pasukan dikerahkan di empat puncak bukit strategis setelah apa yang disebut New Delhi sebagai upaya serangan China di perbatasan Himalaya yang disengketakan.

Larangan tersebut merupakan pukulan bagi Tencent di India, sebab PUBG menjadi game battle royale yang sangat populer di negara tersebut.

India bahkan menempati peringkat pertama di dunia dalam hal unduhan PUBG, terhitung sekitar 175 juta pemasangan, atau 24 persen dari total pemasangan di seluruh dunia, menurut perusahaan analitik aplikasi SensorTower.

India pertama kali melarang 59 aplikasi China, termasuk TikTok, aplikasi berbagi video populer dari ByteDance, WeChat Tencent, dan UC Browser Alibaba, pada Juni lalu. Langkah itu diambil oleh menteri teknologi India yang menyebut "serangan digital", mengikuti pertempuran dengan pasukan China di perbatasan Himalaya yang disengketakan pada Juni ketika 20 tentara India tewas.

Larangan India telah menghentikan operasi bisnis beberapa perusahaan China di India. Mereka juga telah memaksa Alibaba, pendukung utama perusahaan rintisan teknologi India, untuk menunda semua rencana investasi di negara itu setidaknya selama enam bulan.(ist)


0 Komentar