Jumat, 18 September 2020 11:36 WIB

Kantongi Lisensi Pelatih Terbaik, Pirlo Pede Hadapi Tuntutan Juara di Juventus

Editor : Eggi Paksha
Andrea Pirlo. (foto istimewa)

JAKARTA, Tigapilarnews.com- Juventus mengincar gelar Serie A ke-10 berturut-turut musim ini.

Tapi, banyak yang meragukan si Nyonya Tua bakal mendominasi setelah menunjuk Andrea Pirlo sebagai pelatih kepala. Juve dinilai berjudi dengan Pirlo yang belum pernah melatih di level senior sebelumnya.

Pirlo akan menjalani tugas pertamanya sebagai pelatih Juventus di Serie A 2020/21 melawan Sampdoria di Juventus Stadium, Turin, Minggu (20/9/2020) atau Senin (21/9/2020) dini hari WIB. 

Tak ada yang menyangsikan kehebatan Pirlo sebagai pemain, tapi dia baru mendapat lisensi kepelatihan UEFA Pro, Senin (14/9/2020), setelah mempresentasikan tesisnya di sekolah kepelatihan federasi Italia di Florence. Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) memberikan persetujuan akhir pada Kamis. 

FIGC mewajibkan lisensi UEFA Pro untuk pelatih tim Serie A atau Serie B. Mereka mengumumkan Pirlo mendapat skor 107 dari 110 pada ujian terakhirnya. Hasil itu menempatkan Pirlo sebagai siswa terbaik kedua di belakang mantan pelatih Genoa Thiago Motta, yang mencetak 108 poin.

Meski demikian, masih harus dilihat bagaimana Pirlo akan beradaptasi dengan peran barunya di Juventus. “Saya adalah pelatih Juventus dan wajar jika siapa pun yang datang ke sini harus menang,” kata Pirlo setelah pertandingan persahabatan pramusim melawan Novara.

"Saya paham, saya harus menang ketika menjadi pemain dan akan seperti itu pula sebagai pelatih." 

Juventus menang 5-0 melawan Novara dalam uji coba di Juventus Training Center, Minggu (9/9/2020). Cristiano Ronaldo mencetak satu gol, dan lainnya dikemas Aaron Ramsey, Marko Pjaca, dan dua gol Manolo Portanova.

Penampilan Juventus di akhir Serie A 2019/2020 sangat buruk. Meski juara, La Vecchia Signora hanya memenangkan dua dari delapan pertandingan terakhir mereka. Juventus sangat kental ketergantungannya pada Cristiano Ronaldo.

Meskipun rekornya tidak dapat dipertanyakan, kehadiran Ronaldo menuntut tim dibangun di sekelilingnya, membuat pelatihnya kekurangan pilihan taktis seperti yang dibangun pendahulu Pirlo, Maurizio Sarri.

Dengan Juventus dalam transisi, Serie A bisa dibilang menjadi liga utama Eropa yang paling sulit untuk diprediksi, paling tidak karena jendela transfer dibuka hingga 5 Oktober, dua pekan setelah pertandingan pembukaan.

Inter Milan yang finis satu poin di belakang juve di tempat kedua musim lalu, tampaknya menjadi penantang paling berbahaya. Inter bisa menggoyang dominasi Juve jika mereka bisa mengatasi ketidakkonsistenan yang membuat jengkel pelatih Antonio Conte musim lalu.(roy)


0 Komentar