Kamis, 08 Oktober 2020 14:01 WIB

Debat Cawapres AS Saling Serang soal Penanganan Corona

Editor : Eggi Paksha
Kamala Harris (kiri) dengan Mike Pence. (foto istimewa)

JAKARTA, Tigapilarnews.com- Calon wakil presiden (cawapres) Partai Demokrat, Kamala Harris, menyerang rivalnya dari Partai Reblik, Mike Pence, yang menurutnya pemerintah Donald Trump gagal menangani pandemi Covid-19.

Pence membalas dengan menyebut Harris dan pasangannya capres Joe Biden hanya akan melakukan plagiat atas apa yang telah dikerjakan pemerintah Trump.

Serangan verbal kedua kubu ini terjadi dalam debat perdana cawapres Amerika Serikat (AS) antara Harris dan Pence, Rabu waktu Amerika atau Kamis (8/10/2020) WIB.

Meski mengecam apa yang dia sebut kegagalan pemerintahan Trump untuk menangani pandemi Covid-19, Haris tidak merinci apa yang akan dia dan Biden mandatkan untuk manangani pandemi. Dia kemudian menuduh pemerintahan Donald Trump masih "tidak berencana" dalam manangani virus corona baru.

Pence membalas cawapres Partai Demokrat itu kalimat yang mendapat pujian dari pendukungnya di media sosial. “Kenyataannya adalah ketika Anda melihat pada rencana Biden, terbaca mengerikan seperti apa yang Presiden Trump dan saya serta gugus tugas kami telah lakukan setiap langkahnya,” kata Pence."Dan sejujurnya, ketika saya melihat rencana mereka...ini terlihat seperti plagiarisme, yang merupakan sesuatu yang diketahui Joe Biden sedikit," lanjut dia.


Pence memuji Trump karena memotong perjalanan dari China dan mengklaim puluhan juta dosis vaksin akan siap sebelum akhir tahun. Harris dengan cepat "memutar mata"-nya pada komentar Pence dan moderator Susan Page menyela Pence.

Harris menggandakan kritiknya terhadap tanggapan pemerintahan Trump, dengan mengatakan itu tidak berhasil karena jumlah korban tewas banyak. Hanya saja, cawapres perempuan ini tidak memberikan rincian tentang bagaimana tanggapan kubu Joe Biden jika terpilih natinya.

Biden telah menghadapi kritik baru karena mengakui melakukan plagiarisme selama tahun pertama sekolah hukumnya dan melebih-lebihkan catatan akademisnya sebelum keluar dari pemilihan presiden 1988.

Para pendukung Trump di media sosial memuji serangan balasan Pence. “Hahahahaha! Suntikan plagiarisme menghapus seringai Kamala dari wajahnya sejenak. Sekarang yang bisa dia lakukan hanyalah mengulang," tulis penulis konservatif, Michelle Malkin di Twitter.(mir)


0 Komentar