Minggu, 01 November 2020 23:59 WIB

Kasus Positif Corona di DKI Kembali Meningkat Sejak Libur Panjang

Editor : Eggi Paksha
Tes PCR. (foto istimewa)

JAKARTA, Tigapilarnews.com- Kasus positif corona di Jakarta kembali meningkat sejak libur panjang 29 Oktober hingga 1 November 2020.

Positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 9,6%. Berdasarkan data situs corona.jakarta.go.id, pada Kamis 29 Oktober 2020 kasus positif di Jakarta berjumlah 714. Sempat turun pada 30 Oktober 2020 menjadi 514 kasus.

Namun, pada Sabtu 31 Oktober 2020 naik menjadi 585 kasus. Kemudian pada akhir pekan, Minggu 1 November 2020 meningkat kembali menjadi 608 kasus positif.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia mengatakan, Pemprov DKI Jakarta secara massif terus menggelar tes PCR untuk menemukan kasus baru secara cepat. Kemudian dapat segera melakukan tindakan isolasi atau perawatan secara tepat sehingga memperkecil potensi penularan COVID-19.

Berdasarkan data terkini Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dilakukan tes PCR sebanyak 7.812 spesimen. Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 6.328 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 608 positif dan 5.720 negatif.

Untuk rate tes PCR total per 1 juta penduduk sebanyak 121.044. Jumlah orang yang dites PCR sepekan terakhir sebanyak 51.559.  "Adapun jumlah kasus aktif di Jakarta naik sebanyak 205 kasus, sehingga jumlah kasus aktif sampai hari ini sebanyak 9.113 (orang yang masih dirawat / isolasi)," kata Dwi dalam siaran tertulisnya, Minggu (1/11/2020).

Sedangkan, jumlah kasus Konfirmasi secara total di Jakarta sampai hari ini sebanyak 106.205 kasus. Dari jumlah total kasus tersebut, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 94.819 dengan tingkat kesembuhan 89,3%, dan total 2.273 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 2,1%, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 3,4%.

"Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 9,6%, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 8,2%. WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5%," pungkasnya.(yor)


0 Komentar