Rabu, 25 November 2020 14:26 WIB

Ustaz Yusuf Mansyur Sebut Lobster Bisnis Super Besar dan Bisa Jadi Solusi Hilangkan Orang Miskin dalam Sekejap dari Indonesia

Editor : Eggi Paksha
Ustaz Yusuf Mansyur. (foto istiewa)

JAKARTA, Tigapilarnews.com - Penceramah Ustaz Yusuf Mansyur tiba-tiba berbicara soal lobster beserta potensinya di Indonesia menyusul penangkapan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dengan ekspor lobster, Rabu (25/11/2020).

Dalam cuitannya di akun Instagram @yusufmansurnew, penceramah yang juga sering berbicara soal bisnis ini juga memberikan salam hormat untuk mantan Menteri Kelautan dan Perikanan sebelum Edhy Prabowo, Susi Pudjiastuti.

Dikatakan Yusuf Mansur bahwa dirinya baru saja berbincang soal budidaya lobster di air tawar. "Kemaren persis, rekaman TVRI. Soal Program Pemberdayaan Dhuafa seIndonesia. Dengan Kyai Lutfi, Ketua Baznas DKI.... "Budidaya Lobster Air Tawar, Di Lahan Yang Sempit, Untuk Dhuafa." Keren," cuitnya, dikutip Rabu (25/11/2020).

Yusuf Mansur membayangkan bagaimana jika kekayaan alam Indonesia berupa bibit lobster bisa dibagikan secara cerdas sebagai modal usaha bagi orang-orang miskin dan dhuafa, kemudian mereka diberikan pelatihan dan disiapkan pasarnya.

"Program ini masuk akal. Sebab bibit lobster itu ga kira2. Kalau emang dibagiin ke 10% orang miskin Indonesia aja, ini bukan hanya jd sedekah koq. Ini BIG Business. Bisnis yang super besar. Sekalian orang2 miskin kerja, berdaya... Dan bisa nyasar ke seluruh Indonesia. Pembeli lokal dan dunia, pada nyari," cutinya.

Menurutnya, para orang miskin dan duafa itu tidak hanya diberikan bantuan beruba bibit lobster, tapi diberikan dalam bentuk sudah besar. "Dan ga dikasih "mentahnya", ga dikasih bibitnya. Tapi dikasih lobster jadi lobster gede. Jd eksportir lobster kelas dunia. Ngalahin Vietnam dan negara2 pengekspor lain," tuturnya.

Tidak hanya lobster, namun langkah serupa juga bisa dilakukan untuk berbagai komoditi alam lainnya. "Juga bahan2 alam lain. Kelola dulu di dalam negeri. Baru ekspor. Bismillaah. Indonesia bisa... Saya pernah denger. Ada "petani" luar, pengusaha luar negeri, negara lain, yang buka seluas2nya lahan buah/kebon... Sekalian pembibitan di Indonesia. Lalu diekspor balik ke negaranya dari Indonesia. Mereka cerdas sekali. Tinggallah kemudian segudang pertanyaan buat diri kita sendiri," ungkapnya.

Dikatakan Yusuf Mansur, dalam persoalan Program Pemberdayaan Dhuafa, hanya dari satu jenis kekayaan alam Indonesia berupa lobster saja, menurutnya sangat mungkin bisa menjadi solusi soal kemiskinan di Indonesia.

"Lobster.... Subhaanallaah. Ternyata, orang miskin bisa ilang dlm temp sekejap saja dari Bumi Indonesia. Selanjutnya, orang2 miskin Indonesia, pembantunya adalah orang Hongkong, supirnya, orang Taiwan, tukang masaknya dari Amerika, tukang kebonnya dari Eropa... Sbb udah kaya semua, hehehe," tuturnya.

Tak lupa, dalam pernyataannya, Yusuf Mansur juga menyampaikan doa kepada para pejabat publik. "Teriring doa u/ semua pejabat publik... Bnr2 triring doa u/ semua pejabat publik. Siapapun. Mdh2an Allah iringi keselamatan, keamanan, perlindungan, dan kekuatan, dalam menjalankan amanahnya. Di level manapun. Dan dalam setiap kebijakan, layanan, pekerjaan, selalu dibimbing Allah ta'aalaa," harapnya.

Tidak hanya bagi pejabat, doa juga dipanjatkan untuk seluruh rakyat Indonesia. Di akhir cuitannya, Yusuf Mansur menyampaikan salam hormat untuk Sudi Pudjiastuti. "Salam hormat buat Bu Susi... Semua punya kelebihan, kebaikan, keburukan dan kekurangan pastinya... Yang harus kita ingat kepada siapapun, adalah kebaikan dan kelebihannya..." ungkapnya.

Hingga pukul 13.00 WIB, cuitan Yusuf Mansur tersebut sudah mendapatkan 2.488 "like". Sejumlah netizen pun langsung mengaitkan dengan penangkapan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo oleh KPK.

"Menteri KKP nya malah di cyduk KPK ustadz," cuit akun @rhizal_antonio. (Baca juga: Menteri Edhy Prabowo Ditangkap KPK, MUI: Menyedihkan)

Akun @yd.ndk juga berkicau, "Operasi tangkap tangan KPK." Sementara akun @jalan_santai_aja0 berujar, "Nyrempet2 berita tadz."(mir)


0 Komentar