Senin, 14 Desember 2020 21:46 WIB

Disebut Miliki Enam Minggu untuk Hidup pada 2017, Penyebab Kematian Eddie Van Halen Diungkap

Editor : Eggi Paksha
Eddie Van Halen. (foto istimewa)

JAKARTA, Tigapilarnews.com- Penyebab kematian Eddie Van Halen telah dikonfirmasi, setelah ikon rock itu meninggal pada dua bulan lalu.

Musisi legendaris itu meninggal pada 6 Oktober 2020 di usia 65 tahun, setelah berjuang melawan penyakit kanker yang sudah lama diidapnya. 

Sertifikat kematian Eddie, seperti dilansir TMZ menyebutkan, penyebab langsung kematiannya sebagai kecelakaan serebrovaskular, atau stroke. Dia juga memiliki beberapa penyebab yang mendasari, termasuk pneumonia, sindrom myelodysplastic kelainan sumsum tulang dan kanker paru-paru.

Sertifikat tersebut juga mencantumkan sejumlah kondisi penting lainnya, termasuk kanker kulit di kepala dan lehernya serta detak jantung yang tidak teratur.

Jenazah Eddie dikremasi 22 hari setelah kematiannya dan abunya telah diberikan kepada putranya, Wolfgang Van Halen. Kemudian, abu Eddie disebar di Samudra Pasifik di lepas pantai kampung halamannya di Malibu, California.

Dalam sebuah wawancara baru-baru ini, Wolfgang mengungkapkan bahwa ayahnya telah diberi tahu bahwa dia memiliki enam minggu untuk hidup pada tahun 2017 ketika dia didiagnosis menderita kanker paru-paru stadium empat. Setelah menerima diagnosis, dia pergi ke Jerman untuk perawatan.

"Apapun yang mereka lakukan di sana, itu luar biasa, karena aku punya tiga tahun lagi bersamanya," kata Wolfgang dilansir dari NME, Senin (14/12).

Ketika kematian Eddie dikonfirmasi pada bulan Oktober, bintang-bintang dari seluruh dunia rock memberikan penghormatan kepada musisi tersebut. Pada upacara pelantikan Hall Of Fame Rock And Roll tahun ini, Eddie diberikan penghormatan oleh Slash, Kirk Hammett dari Metallica, dan Tom Morello dari Rage Against The Machine.

“Eddie Van Halen adalah Mozart dari generasi kami,” ujar Morello dalam penghormatan yang mengharukan itu.


0 Komentar