Jumat, 27 Oktober 2023 18:39 WIB

Ida Fauziyah Pastikan Ada 56.566 Loker pada Festival Pelatihan Vokasi dan Job Fair Nasional

Editor : Yusuf Ibrahim
Ilustrasi. (foto istimewa)

JAKARTA, TIGAPILARNEWS.COM- Menteri Ketenagakerjaan atau Menaker Ida Fauziyah memastikan akan ada 56.566 lowongan pekerjaan pada Festival Pelatihan Vokasi dan Job Fair Nasional 2023 yang diselenggarakan mulai 27 hingga 29 Oktober 2023.

“Pelaksanaan Job Fair Nasional ini, kami akan menyediakan 56.566 lowongan pekerjaan dari 135 perusahaan dan 10 perusahaan diantaranya membuka lowongan kerja untuk saudara-saudara kita penyandang disabilitas,” ungkap Ida dalam sambutannya di JIExpo Kemayoran Hall-A, Jl. H. Benyamin Sueb, Jakarta, Jumat (27/10/2023).

Pada kesempatan itu, Ida menjelaskan festival pelatihan vokasi tahun 2023 merupakan acara tahunan yang diselenggarakan untuk kedua kalinya. Sebelumnya telah diselenggarakan pada tahun 2022. Dia pun mengatakan, dasar dari kegiatan pelatihan vokasi festival ini adalah Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2022 tentang revitalisasi pendidikan vokasi dan pelatihan vokasi, di mana Kementerian Ketenagakerjaan menjadi leading sektor dalam penyelenggaraan pelatihan vokasi.

Sementara, kata Ida, tujuan dilaksanakannya festival pelatihan vokasi ini adalah untuk memberikan informasi tentang pentingnya pelatihan vokasi dan memfasilitasi pemangku kepentingan termasuk pencari kerja, pemberi kerja, dan stakeholder ketenagakerjaan lainnya untuk melakukan bisnis proses pelatihan vokasi.

“Rangkaian acara festival pelatihan vokasi tahun 2023 yakni dengan kegiatan pameran pelatihan dan produk vokasi, job fair nasional, seminar, sertifikasi, layanan ketenagakerjaan, lomba keterampilan, meet up ekosistem, pelatihan vokasi ketenagakerjaan,” jelasnya.

Festival pelatihan vokasi tahun 2023 mengambil tema Indonesia maju terus melaju bersama. Pelatihan vokasi akan dilaksanakan selama 3 hari mulai dari tanggal 27 sampai 29 Oktober 2023. “Target peserta mereka yang pencari kerja yang berasal dari berbagai latar belakang pendidikan, alumni pelatihan vokasi, lembaga pelatihan kerja, baik milik pemerintah maupun pemerintah daerah, serta milik swasta, dunia usaha, dan dunia industri,” paparnya.(des)


0 Komentar