Selasa, 06 Februari 2024 09:39 WIB

McDonalds Gagal Capai Target Penjualan Akibat Boikot terkait Konflik Israel-Hamas

Editor : Yusuf Ibrahim
McDonalds. (foto istimewa)

JAKARTA, Tigapilarnews.com- McDonalds gagal mencapai target penjualan yang sebagian besar dipengaruhi oleh aksi boikot terkait konflik Israel-Hamas.

Restoran cepat saji tersebut melaporkan penurunan penjualan secara kuartalan untuk pertama kalinya dalam hampir empat tahun, akibat pertumbuhan yang lemah di divisi bisnis internasionalnya. Sebelumnya CEO McDonald's, Chris Kempczinski mengakui beberapa pasar di Timur Tengah dan beberapa pasar di luar kawasan mengalami dampak bisnis yang berarti akibat konflik Israel-Hamas.

Dimana menurutnya akibat adanya informasi yang salah terkait merek tersebut. Saham McDonald's turun sekitar 4% setelah komentar bos McD tersebut. McDonalds menjadi salah satu perusahaan Barat, termasuk Starbucks dan Coca Cola yang terkena aksi boikot produk terkait Israel.

Pihak perusahaan mengatakan bahwa konflik Israel-Gaza telah "berdampak sangat besar" pada kinerja di beberapa pasar luar negeri pada kuartal IV tahun 2023. Pada cabang-cabang McD yang mencakup penjualan di Timur Tengah, China dan India, pertumbuhan penjualan mencapai 0,7% pada kuartal keempat 2023 - jauh di bawah ekspektasi pasar.

Bisnisnya di Malaysia, Indonesia dan Prancis telah terpengaruh, dengan dampak terbesar dirasakan di Timur Tengah, seperti diungkapkan Chris Kempczinski beberapa waktu lalu. "Selama perang ini berlangsung ... kami tidak berharap melihat peningkatan yang signifikan (di pasar ini)," tambah bos McDonald's itu.

McDonald's bergantung pada sistem waralaba di mana ribuan bisnis independen memiliki dan mengoperasikan sebagian besar lebih dari 40.000 tokonya di seluruh dunia. Sekitar 5% dari outletnya berlokasi di Timur Tengah. Restoran makanan cepat saji itu menuai kritik setelah waralaba yang berbasis di Israel diketahui telah memberikan ribuan makanan gratis kepada anggota militer Israel.

Sontak kabar tersebut memicu seruan untuk memboikot merek tersebut oleh mereka yang marah dengan tanggapan militer Israel di Gaza.

Situasi tersebut mendorong pemilik waralaba di negara-negara mayoritas Muslim seperti Kuwait, Malaysia dan Pakistan mengeluarkan pernyataan untuk meredam aksi boikot. Kempczinski menyebut reaksi itu "mengecewakan dan tidak berdasar," dan menyalahkannya pada "informasi yang salah".

Penjualan global McDonald's tumbuh hanya di bawah 4% pada kuartal keempat pada tahun 2023, turun dari 8,8% pada kuartal sebelumnya, dan di bawah rata-rata tahunannya seperti dilansir BBC. Korporasi diuntungkan dari inflasi harga, dengan mencatat pertumbuhan penjualan terkuat di Amerika Serikat. Sementara itu penjualan McD juga mengalami peningkatan di Inggris, Jerman dan Kanada.

Tetapi bisnisnya di AS secara keseluruhan melihat pertumbuhan penjualan yang lebih lemah dari yang diharapkan, karena pelanggan berpenghasilan rendah memesan lebih sedikit makanan dan memilih item yang lebih murah di menu. Di sisi lain pada pekan lalu, Starbucks juga memangkas perkiraan penjualan tahunannya, sebagian karena lebih sedikit pelanggan yang mengunjungi toko-toko di Timur Tengah.(fik)


0 Komentar