6 jam yang lalu
JAKARTA, TIGAPILARNEWS.COM- Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) ditutup melemah pada akhir perdagangan, Jumat (29/8/2025) usai merosot 147 poin atau sekitar 0,90% ke level Rp16.499 per dolar AS.
Selain sentimen asing, kondisi di dalam negeri dengan aksi demonstrasi yang mengepung Jakarta ikut mempengaruhi pergerakan kurs rupiah.
Pelemahan rupiah juga terlihat sangat dalam berdasarkan data JISDOR Bank Indonesia (BI), dimana hari ini ambruk ke posisi Rp16.461 per USD. Posisi tersebut lebih rendah dari peringkat kemarin di Rp16.356 per USD. Dari sentimen dalam negeri, ketegangan sosial dan politik dalam negeri yang memanas sejak Kamis (28/8/2025).
Apalagi bumbu-bumbu sebelumnya dimana pemerintah akan memberikan tunjangan untuk perumahan terhadap DPR, ini pun juga membuat satu ketegangan tersendiri.
Ditambah bersamaan dengan pejabat di pemerintahan melakukan korupsi yang cukup masif. Carut-marut ini yang membuat pasar sedikit apatis terhadap perpolitikan di Indonesia.
Semakin panasnya kondisi sosial dan politik di Indonesia imbas adanya korban jiwa pada aksi demonstrasi. Kabar adanya korban jiwa ini mulai ramai di kalangan masyarakat sejak malam tadi sehingga menyebabkan kondisi demonstrasi semakin tereskalasi.
Selain itu, birokrasi yang kental dengan kolusi dan nepotisme, membuat kecemburuan tersendiri bagi para profesional lainnya yang selama ini masih belum memiliki job, sehingga wajar ketimpangan semakin tajam dalam pemerintahan Prabowo-Gibran saat ini.
Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp16.490 - Rp16.520 per dolar AS. Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi menerangkan, pelemahan rupiah juga berasal dari dari AS menunjukkan bahwa ekonomi tumbuh dengan pesat, melampaui proyeksi dan pembacaan awal untuk kuartal kedua tahun 2025.
“Selain itu, jumlah warga Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran menurun, sebuah tanda kekuatan di pasar tenaga kerja,” tulis Ibrahim dalam risetnya, Jumat (29/8/2025).
Adapun Pengukuran kedua Produk Domestik Bruto (PDB) Quarter ke-2 tahun ini menunjukkan ekspansi tahunan sebesar 3,3 persen, melampaui proyeksi 3,1 persen dan naik dari 3,0 persen sebelumnya, sementara Klaim Pengangguran Awal turun menjadi 229.000, sedikit lebih baik dari konsensus 230.000 dan turun dari revisi 234.000.
Bloomberg mengungkapkan bahwa Gubernur The Fed Lisa Cook "menggugat Presiden Donald Trump atas upaya pemecatannya atas dugaan penipuan hipotek, yang memicu pertikaian bersejarah atas independensi bank sentral AS.".
Selain itu, birokrasi yang kental dengan kolusi dan nepotisme, membuat kecemburuan tersendiri bagi para profesional lainnya yang selama ini masih belum memiliki job, sehingga wajar ketimpangan semakin tajam dalam pemerintahan Prabowo-Gibran saat ini.
Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp16.490 - Rp16.520 per dolar AS. Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi menerangkan, pelemahan rupiah juga berasal dari dari AS menunjukkan bahwa ekonomi tumbuh dengan pesat, melampaui proyeksi dan pembacaan awal untuk kuartal kedua tahun 2025.
“Selain itu, jumlah warga Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran menurun, sebuah tanda kekuatan di pasar tenaga kerja,” tulis Ibrahim dalam risetnya, Jumat (29/8/2025).
Adapun Pengukuran kedua Produk Domestik Bruto (PDB) Quarter ke-2 tahun ini menunjukkan ekspansi tahunan sebesar 3,3 persen, melampaui proyeksi 3,1 persen dan naik dari 3,0 persen sebelumnya, sementara Klaim Pengangguran Awal turun menjadi 229.000, sedikit lebih baik dari konsensus 230.000 dan turun dari revisi 234.000.
Bloomberg mengungkapkan bahwa Gubernur The Fed Lisa Cook "menggugat Presiden Donald Trump atas upaya pemecatannya atas dugaan penipuan hipotek, yang memicu pertikaian bersejarah atas independensi bank sentral AS.".(san)