Selasa, 09 September 2025 00:20 WIB

Efisiensi Belanja Anggaran Dinilai Berdampak pada Perlambatan Perekonomian

Editor : Yusuf Ibrahim
Ilustrasi. (foto istimewa)

JAKARTA, TIGAPILARNEWS.COM- Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti efisiensi belanja anggaran yang terjadi sejak awal tahun 2025, yang diyakini berdampak pada perlambatan perekonomian.

Ia mengatakan, salah satu pekerjaan yang akan dilakukan pascadilantik menjadi Menteri Keuangan adalah membuat fiskal lebih sehat dan punya daya dorong untuk perekonomian lewat belanja yang optimal dan tidak mengganggu sistem keuangan. 

"Kita akan membuat fiskal mempunyai daya dorong yang optimal buat perekonomian. Saya buat fiskal sehat, tapi kalau tidak dibelanjakan juga ekonominya gak jalan, runtuh juga nanti ekonominya," ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Keuangan, Senin (8/9/2025).

Ia melihat bahwa pertumbuhan belanja pemerintah pada kuartal I dan II 2025 mengalami kontraksi. Berdasarkan data BPS, belanja atau konsumsi pemerintah pada kuartal I 2025 mengalami penurunan (kontraksi) negatif sebesar -1,38% (year-on-year).

Sedangkan pada kuartal II 2025, belanja pemerintah memang mengalami pertumbuhan 21,05% dibandingkan kuartal I, namun tetap tumbuh negatif -0,33% dibandingkan dengan tahun 2024.

"Kalau saya lihat dua triwulan terakhir, pertumbuhan belanja pemerintah triwulan I dan II itu negatif kan. Itu tidak tahu salahnya dimana, efisiensi atau bukan, tapi yang jelas itu memberikan dampak negatif ke perekonomian karena pertumbuhannya melambat dari sisi itu," ujarnya.

Akumulasi data pertumbuhan ekonomi Indonesia sendiri memang ditopang paling besar oleh konsumsi masyarakat dan belanja pemerintah. Sehingga jika belanja pemerintah melambat, praktis pertumbuhan ekonomi akan terdampak.

"Saya akan optimalkan sistem yang ada, yang berhenti-berhenti kita optimalkan, yang sudah jalan kita percepat lagi. Jadi bukan mesin baru, tapi mesin lama yang kita buat lebih bagus lagi ke depan," kata Purbawa. 

"Saya sudah kenal lama dengan fiskal, ini ahli fiskal kita pak Suahasil (Wamenkeu), jadi saya tidak perlu waktu untuk belajar lagi," pungkas Mantan Ketua Dewan Komisioner LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) itu.(des)


0 Komentar