Selasa, 09 September 2025 20:03 WIB

Yusril dan Otto Bertemu dengan Tersangka Dugaan Penghasutan Demo Bahas Kemungkinan Restorative Justice

Editor : Yusuf Ibrahim
Delpedro Marhaen. (foto istimewa)

JAKARTA, TIGAPILARNEWS.COM- Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra bersama wakilnya Otto Hasibuan bertemu dan berdialog dengan para tersangka terkait demo ricuh yang ditahan di Rutan Polda Metro Jaya.

Salah satunya Direktur Lokataru Delpedro Marhaen. Dari foto diterima, Yusril mengenakan kemeja motif hitam putih. Sedangkan, Otto memakai setelan jas. Yusril dan Otto juga didampingi Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri.

Dari foto selanjutnya, Yusril dan Otto berbincang dengan Direktur Lokataru Foundation Delpedro Marhaen yang ditetapkan tersangka dugaan penghasutan aksi demo yang berujung ricuh beberapa waktu lalu. Delpedro tampak mengenakan baju tahanan berwarna oranye berbincang dengan Yusril dari balik jeruji.

“Khusus dengan Delpedro Marhaen, agak lama kami berdialog dengan yang bersangkutan dan dia mengatakan sangat respek terhadap langkah-langkah yang kita tempuh dan mengikuti perkembangan statement-statement kita bahwa sebagai tersangka mereka harus melakukan pembelaan dan mereka sudah memiliki pembela dari LBH,” ujar Yusril, Selasa (9/9/2025).

Dalam dialog itu, Delpedro bersikukuh tidak bersalah dalam kasus yang menjeratnya. Yusril pun menghormati pendirian Delpedro.

“Delpedro mengatakan bahwa dia bertahan, dia tidak bersalah. Saya mengatakan kami menghormati pendirian anda kalau polisi mengatakan cukup bukti, anda yang mengatakan tidak cukup bukti, nanti silakan ada gelar perkara untuk memastikan hal itu,” katanya.

Menurut Yusril, penyidik dan Delpedro akan membahas kemungkinan restorative justice. Dia menjamin hak asasi Delpedro dan para tersangka lain dihormati. “Kalau pun tidak, saya katakan ya anda harus hadapi di pengadilan, hadapi proses itu, akan diawasi proses hukum supaya benar-benar berada dalam koridor hukum yang benar dan hak asasinya dihormati serta dijunjung tinggi," ungkapnya.

Adapun 6 tersangka yakni Delpedro, MS, SH, KA, RAP, dan FL. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi menuturkan Delpedro berperan melakukan kolaborasi dengan akun Instagram lainnya untuk menyebarkan ajakan agar pelajar jangan takut mengikuti aksi.(san)


0 Komentar