Selasa, 28 Juni 2016 08:13 WIB

Panglima TNI Beri Solusi Ancaman Bangsa yang Diklaim Semakin Nyata

Editor : Yusuf Ibrahim
JAKARTA, Tigapilarnews.com- Ancaman bangsa Indonesia saat ini semakin nyata, antara lain membeli dan menguasai media massa untuk melakukan pembentukan opini.

Misalnya saja yakni, menciptakan rekayasa sosial serta kegaduhan masyarakat. Mengadu domba antara TNI-Polri melalui berbagai cara sehingga terjadi kekacauan serta mengganggu stabilitas nasional. Menciptakan benturan antar lembaga penegak hukum serta menimbulkan konflik atau memecah belah Parpol dan menghancurkan generasi muda Indonesia melalui budaya negatif, konsumtif, Narkoba, judi online dan sex bebas.

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, dalam ceramahnya di depan 99 peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA)  LIV Tahun 2016 di Aula "NKRI" Kantor Lemhannas RI, Jl. Medan Merdeka Selatan Gambir, Jakarta Pusat, Senin (27/06/2016).

Gatot Nurmantyo juga menyampaikan tentang memahami ancaman bangsa. "Dalam memahami ancaman bangsa apabila kita mau melangkah, membuat rencana kontigensi harus  mengetahui ancamannya," ujarnya.

Lebih lanjut Gatot Nurmantyo menerangkan, bahwasanya kita punya modal untuk mengatasi ancaman-ancaman tersebut di atas. Misalnya yaitu geografi dan demografi. Georafi kita punya daratan, dan lautan yaitu menjadikan negara Indonesia negara agraris dan negara maritim yang melibatkan rakyat. Demografi Indonesia punya kearifan lokal dan Pancasila dengan revolusi mental.

Ketahuilah apabila Pancasila dari sila pertama, kedua, ketiga dan kempat tidak dilakukan dengan konsisten, maka jangan harap tujuan nasional yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia bisa tercapai.

"Peran Lemhannas benar-benar sangat signifikan dalam revolusi mental. Karena apabila anda meniti karir minimal lima tahun kedepan, anda akan menjadi pemimpin di pemerintahan atau DPR," harapnya.

Di akhir ceramahnya, Gatot Nurmantyo menyampaikan tentang solusi hal tersebut. Yaitu, para elit bangsa ini harus bersatu bersama pemerintah dan jangan hanya berwacana saja. Apalagi saling menyerang dan bahkan menjelekkan pemerintah.

"Seharusnya yang diutamakan adalah berkarya, maka kebijakan TNI adalah bersama rakyat, TNI kuat, hebat, professional, siap mewujudkan Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian,"  pungkas Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.(exe/ist)
0 Komentar