Minggu, 20 November 2016 12:33 WIB

Dukung Pesan Perdamaian, Warga Antusias Bubuhkan Tanda Tangan Saat CFD

Editor : Rajaman
JAKARTA, Tigapilarnews.com - Puluhan mahasiswa tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nasionalis menggelar aksi damai seruan "Gerakan 1 juta tanda tangan pesan perdamaian Indonesia" di Bundaran HI Jl. MH. Thamrin Menteng Jakarta Pusat, Minggu (20/11/2016).

Di suasana Car Free Day (CFD) kali ini nampak meriah dengan aksi simpatik yang digelar para mahasiswa dan pemuda untuk mendorong agar masyarakat mendukung perdamaian tanpa adanya konflik antar Suku, Agama, Etnis dan Golongan, dan berharap menjaga kesatuan dan keutuhan NKRI.

Warga yang tengah menikmati hari bebas kendaraan bermotor di kawasan itu pun antusias mengikuti kampanye pesan perdamaian Indonesia tersebut. Bahkan, mereka berebut spidol untuk membubuhkan tanda tangan di sebuah kain putih berukuran 6 x 1 meter yang dibentangkan dijalanan.

Mereka juga membagi-bagikan brosur berisikan pesan perdamaian untuk Indonesia.
"Kita tidak ingin konflik sesama anak bangsa yang berujung kekerasan. Mari kita bersatu membangun NKRI. Yang masih dalam hatinya anti Pancasila, anti pluralisme, anti keberagaman, buang sifat itu. Marilah bersama-sama membangun Indonesia sebagai negara yang damai. Mari kita pelihara rasa saling percaya diantara kita, sehingga kita berbicara dengan suasana yang damai dan sejuk. Indonesia adalah negara yang majemuk baik dari suku, budaya, agama, tapi kita tetap satu kesatuan yang kokoh dibawah Merah Putih. Mari sama-sama kita ciptakan keharmonisan diantara kita dengan saling menghargai dan memaafkan guna membangun Indonesia yang tangguh dan sejahtera. Hentikan saling menyalahkan sesama anak bangsa, mari kita islah dengan diri sendiri dan sesama anak bangsa. Mari kita bersatu untuk membangun Indonesia dengan damai serta memelihara rasa saling menghargai satu sama lain. Karena inilah wajah Indonesia".

Perwakilan BEM Universitas Jayabaya Ismail mengingatkan bahwa Indonesia adalah negara majemuk yang terdiri dari berbagai suku, agama, ras dan golongan. Kata dia, kemajemukan inilah yang harus dijaga dan dipupuk guna mempertahankan keberagaman.

"Kemajemukan ini adalah wajah Indonesia. Kita sebagai anak muda harus menjadi pelopor sekaligus perekat keberagaman tersebut," ungkap Ismail.

Menurut Ismail, isu yang terjadi akhir-akhir ini dinilai sangat merugikan semua pihak dan sebagai bangsa yang beragam tentu tidak menginginkan hal tersebut terjadi kembali. Dia menyerukan jika ada kelompok yang ingin memecah belah NKRI maka harus dilawan dan di cegah.

"Momentum CFD ini, mari sama-sama kita jaga dan bergandengan tangan bahwa kita tidak takut dengan ancaman dari kelompok yang akan merusak NKRI," tandasnya.
0 Komentar