Selasa, 11 April 2017 22:23 WIB

TNI AD Janji Pamerkan Helikopter Serang Buatan AS

Editor : Yusuf Ibrahim
Helikopter AH-64 Apache Block III. (foto istimewa)

JAKARTA, Tigapilarnews.com- Kepala Staf TNI AD, Jenderal TNI Mulyono, berencana memamerkan helikopter serang terbaru Pusat Penerbangan TNI AD, AH-64 Apache Block III buatan Boeing, Amerika Serikat, pada Hari TNI, 5 Oktober nanti. 

Selain AH-64 Apache Block III, dia berkata, beberapa tambahan tank Leopard 2A4 buatan Krauss-Maffei, Jerman. Indonesia membeli delapan unit AH-64 Apache Block III (juga sering disebut AH-64E Guardian) seharga 1,1 miliar dolar Amerika Serikat. 

 
Mulyono ada di Makassar untuk menemui satuan-satuan di Kodam VII/Wirabuana, di Markas Batalion Kavaleri-10/Mendagiri, Selasa. Kodam VII/Wirabuana akan berganti nama menjadi Kodam XIV/Hasanuddin, besok (12/4).

Proses kedatangan helikopter serang yang versi lebih canggihnya, AH-64D Longbow, dimiliki Angkatan Darat Singapura, itu dilakukan sejak lama. 
 
Sesuai pasal 43 UU Nomor 16/2012 tentang Industri Pertahanan, pemerintah wajib mewujudkan pelaksanaan transfer teknologi, skema off set dan rancang bangun, imbal beli, dan lain sebagainya atas setiap pembelian sistem persenjataan yang dibeli utuh dari luar negeri. 
 
Menurut undang-undang itu, pemerintah boleh membeli dari luar negeri sistem kesenjataan yang tidak bisa dibuat di dalam negeri. 
 
Di dalam UU Nomor 16/2012 tentang Industri Pertahanan itu tidak dijelaskan secara gamblang proses tender pengadaan sistem persenjataan itu, apakah secara terbuka kepada publik atau tidak terbuka. 
 
Adalah Panglima TNI (saat itu), Jenderal TNI Moeldoko, yang membuka wacana pembelian AH-64 Apache Block III itu. Bahkan dia terbang langsung ke pabrikannya. 

Modernisasi peralatan perang TNI AD sudah berjalan, di antaranya Multiple Launch Rocket System Astros II Mk 6 buatan Brasil untuk jajaran Korps Artileri Medan dan Korps Cadangan Strategis TNI AD.

Terkait rencana mendatangkan peralatan perang canggih, dia kembali menantang para prajurit apakah siap untuk memanfaatkan fasilitas negara itu. 

Untuk bisa menguasai hal itu, kata dia, tentu syaratnya harus berlatih dengan sungguh-sungguh. Dia percaya jika prajurit di sana bisa memaksimalkan peralatan perang baru.(exe/ist)

0 Komentar