Jumat, 05 Mei 2017 19:34 WIB

BPS: Jumlah Pengangguran di DKI Menurun

Editor : Hendrik Simorangkir
Ilustrasi Job Fair

JAKARTA, Tigapilarnews.com - Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, atau Februari 2012-Februari 2017, tren jumlah pengangguran (Tingkat Pengangguran Terbuka/TPT) di Jakarta terus mengalami penurunan.

Jika pada Februari 2012 tingkat pengangguran di Jakarta mencapai angka 10,6 maka pada Februari 2017 tercatat turun menjadi 5,36. Artinya, turun sebesar 5,24 poin atau rata-rata 1,05 persen per tahun dalam kurun waktu lima tahun terakhir.

"Seringkali pengangguran menjadi masalah dalam perekonomian, yang bila tidak ditangani secara serius akan berimbas pada kenaikan angka kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya," ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta, Thoman Pardosi, Jumat (5/5/2017).

Berbeda dengan tingkat pengangguran Jakarta yang rata-rata menurun, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Jakarta selama tiga tahun terakhir, mengalami peningkatan rata-rata 0,56 persen per tahun.

"TPT yang menurun membuktikan bahwa semakin banyak tenaga kerja terserap dalam lapangan kerja. Sedangkan TPAK yang meningkat menggambarkan banyaknya kelompok bukan angkatan kerja yang masuk dalam pasar kerja," katanya.

Thoman menjelaskan, selama kurun waktu Februari 2016 hingga Februari 2017, tingkat pengangguran lulusan SMK di Jakarta juga mengalami penurunan paling besar yaitu mencapai empat persen.

"Hal ini menunjukkan bahwa semakin banyak lulusan SMK yang dapat terserap dalam pasar kerja," jelasnya. 

Sektor Penyerap Tenaga Kerja

Sementara itu, lapangan pekerjaan utama yang banyak menyerap tenaga kerja adalah sektor servis yang mencapai 85 persen.

Sektor servis merupakan agregat dari empat sektor yaitu perdagangan, rumah makan dan jasa akomodasi; transportasi, pergudangan dan  komunikasi; keuangan dan jasa perusahaan; serta jasa kemasyarakatan, serta sosial dan perorangan.

Selama  periode Februari 2016 hingga Februari 2017, Thoman menambahkan, sektor transportasi, pergudangan dan komunikasi mengalami peningkatan paling besar, yaitu 31 persen.

"Meningkatnya pengendara angkutan umum online baik motor maupun mobil merupakan sumber utama penyerapan tenaga kerja di sektor tersebut," tutupnya. (ist)


0 Komentar