Minggu, 14 Mei 2017 23:13 WIB

Kemenpora Terima Tanah dan Air Merauke Guna Mendukung Rangkaian GPN 2017

Reporter : RB Siregar Editor : RB Siregar
Bupati Merauke Frederikus Gebzenya berjabat tangan dengan Plt Deputi Pemberdayaan Pemuda Faisal Abdullah mewakili Menpora Imam Nahrawi usai penyerahan tanah dan air dari Marauke.(ian)

MERAUKE, Tigapilarnews.com - Kementerian Pemuda dan Olahraga secara simbolis menerima tanah dan air dari Kabupaten Merauke, Papua, meski proses penyerahannya sebagai rangkaian kegiatan Gowes Pesona Nusantara (GPN) 2017 dalam bingkai program nasional Ayo Olahraga tak berjalan sesuai harapan.

Panitia pusat dan lokal GPN 2017 harus bekerja keras meyakinkan pemerintah Kabupaten Merauke tanah dan air yang dibawa dari titik nol Sota Distrik Merauke dan berjarak 70 KM dari ibukota kabupaten untuk Indonesia.

Nantinya, tanah dan air dari Merauke yang akan dibawa sebanyak 10 itu disatukan dengan tanah dan air dari berbagai daerah lainnya di Indonesia.

Tanah dan air itu nantinya  membentuk  monumen Negara Kesataun Republik Indonesia di kawasan Gunung Tidar, Magelang, Jawa Tengah, tepat pada puncak Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas), 9 September 2017.

Bupati Merauke Frederikus Gebzenya mengaku berat hati untuk  melepas dan menyerahkan tanah dan air yang diambil melalui proses upacara militer di titik 0 (nol) Sota Distrik Merauke yang merupakan titik terluar berbatasan langsung dengan Papua New Guini yang dalam prosesnya akan dibawa  menggunakan alat pembawa khusus asli Papua atau noken.

“Menyerahkan tanah sama dengan menyerahkan harga diri kami sebagai warga Merauke dan umumnya warga Papua,” ujar Freddy sapaan akrab Frederikus Gebzenya saat ramah tamah dengan rombongan Kemenpora yang dipimpin Plt Deputi Pemberdayaan Pemuda Faisal Abdullah beserta tim GPN 2017 di Merauke, Sabtu (13/5/2017) malam waktu Indonesia Timur.

“Bagi warga Papua tanah adalah harga diri, harga mati. Tanah itu sangat sakral. Tanah itu adalah arwah dan tanah adalah leluhur. Dalam bahasa ibu  menyerahkan tanah sama dengan menyerahkan diri hidup dan mati kami,” tambah Freddy.

Namun sebagai bagian dari seremoni GPN 2017, Bupati akhirnya dengan besar hati dan secara suka rela serta ikhlas menyerahkan tanah dan air yang berasal dari Merauke, Papua, untuk menjadi bagian dari monumen NKRI di Magelang.

“Atas nama Pemerintah Daerah dan masyarakat Merauke, Saya persembahkan tanah dan air dari Merauke menjadi bagian dari monumen Tanah Air Nusantara pada puncak perayaan Haornas di Magelang,” tegasnya.

 Setelahnya bupati menyerahkan noken  berisi tanah dan air Papua kepada Plt Deputi Pemberdayaan Pemuda Faisal Abdullah yang mewakili Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi dan kemudian diserahteimakan kepada peserta GPN 2017.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kesediaan pak Bupati untuk mendukung program ini. Kegiatan ini sebagai salah satu cara kami untuk kembali membangkitkan spirit kebangsaan cinta tanah air serta mengajak masyarakat luas untuk berolahraga dengan pola hidup sehat," kata Faisal.

Program Gowes Nusantara digagas Kementerian Pemuda dan Olahraga melalui Deputi Pembudayaan Olahraga akan menyinggahi 90 kabupaten/kota di 34 Provinsi yang dikemas dalam program besar Ayo Olahraga.

Hadir pada acara serah terima tanah dan air itu Asisten Deputi Bidang Olahraga Pembudayaan Olahraga Kemenpora Teguh Raharjo, Kadispora Merauke Stanlislau Tokyo beserta SKPD Merauke, komunitas sepeda dan tim GPN.


0 Komentar