Minggu, 02 Juli 2017 15:24 WIB

Suriah Dituding Kembali Gunakan Senjata Kimia

Editor : Yusuf Ibrahim
Ilustrasi serangan senjata kimia. (foto istimewa)

JAKARTA, Tigapilarnews.com- Kelompok oposisi Suriah menyatakan, pasukan pemerintah Suriah kembali melakukan serangan senjata kimia.

Oposisi menyebut Damaskus menggunakan gas klorin saat melakukan serangan di wilayah Ghouta. 

Faylaq al-Rahman, salah satu kelompok oposisi bersenjata Suriah menyatakan, setidaknya 30 anggota oposisi tewas akibat serangan senjata kimia terbaru yang dilancarkan tentara Suriah tersebut.

"Lebih dari 30 kasus mati lemas dilaporkan terjadi setelah rezim menargetkan titik-titik pejuang al-Rahman dan menggunakan gas klorin beracun yang dilarang oleh hukum internasional, di depan Front Ein Tarma, menyusul kegagalan pasukan rezim untuk menyerang wilayah tersebut selama 13 hari beruntun," kata juru bicara kelompok tersebut, Waiel Olwan.

"Kami terus menanggapi serangan pasukan rezim tersebut dan membunuh 30 tentara mereka. Jadi, mereka akhirnya menggunakan senjata kimia," sambungnya, seperti dilansir Anadolu Agency pada Minggu (02/07/2017).

Klorin merupakan salah satu zat kimia pabrik yang paling banyak digunakan di Amerika Serikat.

Biasanya, zat ini digunakan sebagai disinfektan untuk kolam maupun air minum. Zat klorin juga digunakan pada pabrik kertas dan pakaian untuk pestisida, karet, dan larutan.

Gas klorin memiliki bau yang sangat tajam, seperti pemutih dan memiliki warna kuning-hijau. Ketika klorin digunakan sebagai senjata dalam penyerangan, zat ini sangat mematikan.

Dalam Perang Dunia I, terdapat larangan penggunaan zat ini di medan perang oleh perjanjian internasional. Sifat korosif dari gas tersebut memiliki efek buruk bagi kesehatan.(exe/ist)


0 Komentar