Selasa, 06 Februari 2018 10:56 WIB

Korban Longsor di Bandara Soekarno-Hatta Meninggal Dunia

Editor : Amri Syahputra
Kondisi korban longsor di Bandara Soekarno-Hatta sebelum meninggal dunia.

Dianti Dyah Ayu Cahyani Putri (Putri), Korban longsor di Bandara Soekarno-Hatta meninggal dunia usai berhasil dievakuasi dari longsor dan dilarikan ke rumah sakit. Putri meninggal dunia dalam usia 25 tahun.

Putri adalah karyawan PT GMF AeroAsia, bekerja sebagai analis finansial. Dia berhasil dievakuasi dari longsor dan tembok runtuh yang menghimpit mobilnya, pukul 02.50 WIB dini hari.

Usai dievakuasi, Putri dirujuk ke Rumah Sakit Umum Kabupaten Tangerang. Kondisinya saat itu lemah dan pucat, tensi darah 90/70. 

"Informasi yang kami terima demikian, yakni informasi dari teman-teman KAI ketika mendampingi beliau waktu di Rumah Sakit," kata Yado soal deskripsi kesehatan Putri sebelum meninggal dunia.

Diagnosanya, Putri mengalami shock hipovolemik, fraktur servikal, fraktur femur kanan dan kiri. Tindakan medis diberikan resusitasi cairan, dipasang collar neck, dan spalk. Dia selanjutnya dipindahkan ke RS Mayapada. 

Pukul 06.00 WIB, Putri sampai di IGD RS Mayapada. Kondisinya drop, keadaan memburuk. Dilakukan tindakan resusitasi jantung paru (RJP) selama kurang lebih 30 menit. Pada pukul 06.45 pasien dinyatakan meninggal dunia.

"Teman-teman KAI ikut mendampingi di sana," kata Yado. Informasi medis itu didapatkannya dari laporan dokter dari PT Kereta Api Indonesia (KAI). Lokasi longsor juga berada dekat dengan jalur kereta api. PT Angkasa Pura II turut berbela sungkawa atas kejadian ini.


0 Komentar