Minggu, 03 Juni 2018 12:47 WIB

Universitas Budi Luhur Harap Nawiroh Perkuat Pendidikan dan Pengajaran yang Berkualitas

Editor : Yusuf Ibrahim
Nawiroh raih predikat gelar Doktor Ilmu Komunikasi sangat memuaskan. (foto istimewa)
JAKARTA, Tigapilarnews.com- Universitas Budi Luhur (UBL) memberikan penghargaan sebesar besarnya kepada Nawiroh Vera Dosen dan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) UBL yang bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, Rabu (02/05/2018), Mempertahankan disertasinya pada sidang promosi Doktor Ilmu Komunikasi di Fakultas Ilmu Komunikasi Program Pascasarjana Universitas Padjadjaran (UNPAD) Bandung dengan predikat gelar Doktor Ilmu Komunikasi sangat memuaskan.
 
Hadir dalam sidang terbuka Ketua BPH Yayasan Budi Luhur Cakti Kasih Hanggoro,  Deputi Rektor Bidang Akademik Wendi, Dekan FIKOM Rocky Prasetyo, Wakil Dekan FIKOM Bidang Riset dan PPM Wenny Maya Erlena, Manager Humas dan Dosen UBL Linda Islami dan beberapa Tim Dosen FIKOM 
 
Nawiroh Vera mengangkat tema tentang feminisme dan humanisme Islami, dengan judul Disertasi " Komunikasi perempuan etnik Arab terkait tradisi pernasaban dalam perspektif feminisme Islami"; kajian etnografi kritis tentang perkawinan sekufu di kalangan perempuan Arab di kota Solo" 
 
Dihadapan tim promotor, tim oponen ahli dan representasi guru besar Fakultas Ilmu Komunikasi UNPAD, antara lain Dadang Rahmat Hidayat, Dekan Fikom Unpad Atwar Bajari, Deddy Mulyana, Lukiati Komala Erdinaya, Nuryah Asri Syafirah, Haryo S. Martodirjo, Eni Maryani dan Mahfud Arifin.
 
Nawiroh Vera dalam paparan Disertasinya menjelaskan tentang kehidupan etnik Arab Indonesia khususnya yang berada di kota Solo. Penelitian bertujuan untuk mengungkapkan tentang identitas perempuan Arab dan posisi sosial perempuan serta tindakan komunikasinya terkait tradisi nasab dan perkawinan sekufu dengan menggunakan teori praktik sosial dari Pierre Bourdieu, habitus,doxa, dan symbolic violence serta teori identitas komunikasi dari Michael Hecht.
 
Temuan penelitian ini yaitu, identitas perempuan Arab dibentuk secara historis oleh budaya patriarki etnik Arab dari daerah asalnya yaitu Yaman. posisi perempuan Arab Solo sebagai kelompok subordinat yang secara sosial termarjinalkan diakibatkan karena sempitnya ruang gerak perempuan. Perempuan dianggap sebagai kelompok yg tidak mempunyai pengetahuan yg luas menyangkut tradisi nasab dan kafaah dalam perkawinan. 
 
Konsep feminisme dan humanisme Islami diperkenalkan guna mengubah pandangan etnik Arab yang masih menjalani habitus etnisitas.
 
Semoga dengan ilmu dan pengalaman akademik yang dimiliki Doktor Ilmu Komunikasi FIKOM Universitas Budi Luhur dapat memperkuat pengembagan kelembagaan pendidikan dan memberikan Pengajaran yang berkualitas kepada para mahasiswa dan bermanfaat bagi masyarakat.(exe/ist)

0 Komentar