Selasa, 14 Juli 2020 13:11 WIB

Resesi Ekonomi Singapura Jadi Peringatan bagi Indonesia

Editor : Eggi Paksha
Ilustrasi. (foto istimewa)

JAKARTA, Tigapilarnews.com- Ekonom Indef Bhima Yudistira menilai resesi yang telah menghinggapi ekonomi Singapura menjadi peringatan bagi Indonesia.

Resesi yang terjadi di negara tetangga itu setidaknya bakal menekan sektor perdagangan dalam negeri. Sebagai informasi, ekonomi Singapura masuk resesi, setelah pertumbuhan ekonomi negara tersebut minus 41,2% pada kuartal II/2020 akibat dampak pandemi virus corona.

Departemen Perdagangan dan Industri menyatakan, produk domestik bruto (PDB) Singapura sebagian besar dihitung dari data bulan April dan Mei. Resesi didefinisikan jika pertumbuhan dua kuartal berturut-turut mengalami minus. Tercatat, pada kuartal I/2020, ekonomi Singapura minus 3,3%. Dengan demikian, Singapura resmi terpuruk ke dalam jurang resesi.

"Singapura menjadi hubungan perdagangan dan investasi yang cukup penting bagi Indonesia. Indikasi resesi Singapura menjadi warning bagi Indonesia bahwa kinerja perdagangan akan terkontraksi cukup dalam," ujar Bhima, di Jakarta, Selasa (14/7/2020).

Dia mengatakan, arus barang yang keluar dan masuk dari Indonesia sebagian melewati hub Singapura. Kalau volume ekspor impor di sana turun tajam, kata Bhima, maka Indonesia harus bersiap kinerja perdagangan akan turun sepanjang tahun.

"Kemudian dari sisi investasi Singapura juga punya peran sebagai financial hub. Negara asal investasi kalau mau ke Indonesia lewatnya ke Singapura," katanya.

Dia menambahkan saat ini Singapura menjadi negara yang kontribusi investasi penanaman modal asing. Hal ini tentu akan mempengaruhi investasi di Indonesia. "Mereka resesi berarti kinerja investasi akan turun drastis khusus pada semester kedua," tandasnya.(snd)


0 Komentar