Jumat, 21 Agustus 2020 22:13 WIB

Atlet Putri dengan Bayaran Tertinggi di Dunia Ternyata Berprofesi Sebagai Petenis

Editor : Eggi Paksha
Naomi Osaka. (foto istimewa)

JAKARTA, Tigapilarnews.com- Sembilan dari 10 atlet putri dengan bayaran tertinggi di dunia ternyata berprofesi sebagai petenis.

Nah yang paling mencuri perhatian adalah peningkatan pendapatan petenis nomor satu dunia Ashleight Barty yang namanya baru mencuat tahun lalu. Majalah Forbes baru saja merilis daftar nama atlet putri dengan bayaran tertinggi di dunia.

Hasilnya, petenis Jepang Naomi Osaka yang saat ini menduduki peringkat 10 dunia berada di urutan teratas dengan pendapatan USD37,4 juta atau sekitar Rp555 miliar. Di bawahnya, ada nama petenis veteran Amerika Serikan Serena Williams dengan pendapatan USD36 juta atau Rp534 miliar.

"Untuk atlet putri yang mendapatkan pendapatan tinggi dominasinya dari olahraga favorit, tenis. Sembilan dari 10 atlet putri dengan bayaran tertinggi di dunia mencari nafkah dengan raket, sedangkan satu-satunya yang dari tenis adalah Alex Morgan, wakil kapten tim sepak bola nasional putri AS,” tulis majalah Forbes dilansir tenis.com.

Petenis lain yang masuk dalam daftar bayaran tertinggi di dunia, ada Simona Halep, Bianca Andreescu, Garbine Muguruza, Elina Svitolina, Sofia Kenin, Angelique Kerber, dan tentu saja Barty yang tahun ini baru masuk dalam daftar rilis Forbes.

Ya, Barty tentu tidak akan menyangka namanya masuk sebagai atlet dengan bayaran tertinggi. Penyebabnya, dia sempat memutuskan mundur dari tenis pada 2014 dan beralih menekuni olahraga kriket. Namun, 17 bulan kemudian dia kembali ke tenis. Namun, prestasinya juga tidak terlalu menonjol di nomor tunggal.

Namanya baru mulai terdengar tahun lalu setelah berhasil meraih gelar Grand Slam untuk pertama kali sepanjang karier di Prancis Terbuka. Bahkan, Barty juga menjadi petenis Australia pertama yang bisa menjuarai nomor tunggal di lapangan tanah liat Roland Garros sejak Margaret Court melakukannya pada 1973.

Kesuksesan itu membuatnya mulai diperhitungkan di setiap turnamen besar. Bahkan, dia berhasil menempati peringkat satu dunia pada Juni 2019 lalu. Kondisi itu tentu berdampak pada pendapatannya yang mulai meningkat dan sekarang menjadi atlet dengan bayaran tertinggi ketiga di dunia pada periode 1 Juni 2019 - 1 Juni 2020.

Total penghasilan Barty mencapai USD13,1 juta atau sekitar Rp194 miliar. Pendapatan itu diperoleh dari hadiah turnamen sebesar USD10,1 juta (Rp149 miliar), dan sponsor USD3 juta (Rp44 miliar). 

Daftar atlet putri dengan bayaran tertinggi telah dipegang oleh pemain tenis setiap tahun sejak Forbes mulai mengumpulkan datanya pada 1990. Petenis lain yang pernah menduduki puncak daftar di masa lalu ada Steffi Graf, Martina Hingis, Serena, dan Venus Williams, serta Maria Sharapova.

Adapun Roger Federer menduduki puncak daftar gabungan petenis putra dan putri dengan total pendapatan sekitar USD106,3 juta (Rp1,5 triliun) dalam satu tahun terakhir.

Meski begitu, Barty tampaknya bakal sulit untuk mendekati pendapatan Osaka, dan Serena. Pasalnya, petenis berusia 24 tahun itu memutuskan untuk tidak ambil bagian di ajang Grand Slam di Amerika Serikat, akhir bulan ini. Sementara, dua rivalnya akan berkompetisi di New York pada Turnamen Cincinnati Terbuka, dan AS Terbuka.

Tidak hanya Barty, beberapa petenis top WTA juga telah memutuskan untuk melewatkan AS Terbuka karena kekhawatiran tentang perjalanan saat ini seperti Svitolina, Andreescu, Kiki Bertens, dan Halep yang mengaku lebih mengutamakan kesehatan mengingat pandemi virus corona masih menyebar luas di AS. 

“Saya telah memutuskan tidak akan pergi ke New York untuk bermain di AS Terbuka. Saya selalu berkata akan menempatkan kesehatan di atas segalanya. Dan karena itu, saya lebih suka tinggal dan berlatih di Eropa. Saya tahu Asosiasi Tenis Amerika Serikat dan Asosiasi Tenis Wanita telah bekerja tanpa lelah untuk mengadakan acara yang aman, dan saya berharap semua orang di sana sukses,” ungkap Halep dilansir tenisworld.(ist)


0 Komentar