Jumat, 23 Oktober 2020 13:23 WIB

Emil Katakan Pemberian Vaksin Corona Hanya untuk Usia 18-59 Tahun

Editor : Eggi Paksha
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. (foto istimewa)

JAKARTA, Tigapilarnews.com- Pemberian vaksin corona diprioritaskan untuk warga yang berusia 18-59 tahun.

Diharapkan dari pemberian vaksin tersebut nanti akan tercipta kekebalan kelompok atau herd immunityHal itu diungkapkan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil kepada wartawan di Depok. Emil mengatakan, untuk sementara pemberian vaksin anti Covid-19 hanya untuk usia 18-59 tahun. Diluar rentang usia tersebut jika ingin divaksin harus disertai dengan rekomendasi.

“Hasil kajian yang diberikan vaksin sementara itu hanya usia 18 sampai 59 itu total 60% dari warga Indonesia. Bagaimana dengan warga yang di bawah 18 dan lewat dari 59? Itu harus menggunakan rekomendasi dokter,” kata Emil, Jumat (23/10/2020).

Emil menuturkan, yang menjadi relawan vaksin saat ini ada direntang usia 18-59 tahun “Karena vaksin yang diteliti sekarang relawannya itu tidak ada yang usia balita. Jadi kalau berhasil iya diusia itu. Jadi kalau mau di bawah 18 tahun dan lebih dari 59 kita harus menggunakan rekomendasi medis apakah perlu atau tidak,” tuturnya.


Dari vaksinasi tersebut nanti akan tercipta kekebalan kelompok atau herd immunity. Karena warga yang divaksin menjadi tameng untuk warga lain yang tidak divaksin. “Ujungnya lahir namanya kekebalan kelompok atau herd immunity. Jadi si penerima vaksin nanti menyelamatkan tetangganya yang tidak kena vaksin, teorinya begitu,” jelasnya.

Emil memberikan ilustrasi, kalau tidak divaksin maka akan terjadi tular-menular. Namun kalau sudah divaksin maka si penerima vaksin akan menjadi benteng bagi yang lain.

“Kalau sekarang tidak pakai vaksin, ya tular menular. Kalau nanti sudah pakai vaksin ya maka ini menjadi benteng. Katakanlah ada yang kena Covid-19 dia bergaul dengan yang sudah kena vaksin, maka yang sudah diberi vaksin menjadi benteng kepada yang belum divaksin walaupun bergaul berkerumun dengan orang-orang yang kena Covid-19. Jadi mungkin tidak untuk 100% warga hanya 60% direntang usia yang menggunakan testing relawan seperti saya dan kita doakan Setelah itu kita kembali normal,” ucapnya.(ist)


0 Komentar