Kamis, 16 Desember 2021 10:13 WIB

Penerapan Ekonomi Biru Jadikan Indonesia Salah Satu Produsen Ikan Tuna Terbesar di Dunia

Editor : Yusuf Ibrahim
Tuna hasil tangkapan nelayan. (foto isimewa)

JAKARTA, Tigapilarnews.com-Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono mengatakan penerapan ekonomi biru di subsektor perikanan tangkap dilakukan melalui kegiatan penangkapan ikan terukur dan menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara produsen ikan tuna terbesar di dunia.

Menteri KKP menilai Besarnya peluang tersebut, membawa Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap untuk terus berkomitmen mengelola sumber daya ikan secara berkelanjutan.

"Indonesia menjadi salah satu negara produsen ikan tuna di dunia. Menurut data FAO tahun 2020, kontribusi Indonesia mencapai 20% dari produksi tuna cakalang dan tongkol dunia," kata Menteri Sakti Wahyu Trenggono dalam keterangan resmi, Kamis (16/12/2021).

Menteri Sakti Wahyu Trenggono mengatakan penerapan ekonomi biru di subsektor perikanan tangkap dilakukan melalui kegiatan penangkapan ikan terukur. Selain itu, dilaksanakan juga penerimaan negara bukan pajak (PNBP) pasca produksi untuk mewujudkan keadilan dan pemerataan ekonomi.

"Saya meminta agar komite pengelola perikanan tuna ini dapat bekerja bersama mengawal penangkapan ikan terukur. Kita harus bisa rebound dan bersinergi untuk menjadikan Indonesia sebagai produsen ikan dunia dan menjadi tulang punggung perekonomian bangsa," paparnya.

Sementara itu, Direktur Pengelolaan Sumber Daya Ikan Trian Yunanda mengatakan 70% tangkapan tuna di Indonesia berasal dari nelayan kecil yang umumnya menggunakan alat penangkapan ikan yang sederhana namun ramah lingkungan seperti pancing ulur.

"Para nelayan kecil ini kita terus dorong dan dampingi. Salah satunya bekerja sama dengan MDPI yang berfokus kepada nelayan di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Maluku, dan Maluku Utara. Selain itu juga bekerja sama dengan AP2HI di Provinsi Sulawesi Tenggara dan Papua Barat," pungkasnya.(mir)


0 Komentar