Sabtu, 09 April 2016 06:00 WIB

TNI Beri Contoh Bersih-bersih Narkoba

Editor : Hendrik Simorangkir
JAKARTA, Tigapilarnews.com - Prajurit TNI yang terlibat narkoba merupakan gambaran prajurit tak disiplin. Bahkan, mencoreng institusi TNI sehingga harus dipecat karena merusak moral. Padahal, Indonesia memerlukan kesiapan prajurit berdisiplin tinggi yang profesional.

Demikian dikatakan oleh Kapuspen TNI, Mayjen TNI Tatang Sulaiman di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (8/4/2016), mengimplementasi perintah Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo bahwa TNI mempunyai waktu sampai dengan akhir Juni dan TNI memberikan contoh bersih- bersih terhadap narkoba di institusinya.

Menurutnya, Panglima TNI juga menyatakan bahwa bisnis narkoba adalah bisnis menggiurkan dan bisnis ilegal. Pastinya, yang illegal akan bersandar di aparat keamanan yaitu TNI dan Polri sebagai backing. Apabila terindikasi adanya anggota TNI yang terlibat Narkoba, Panglima TNI telah memerintahkan kepada seluruh Pangkotama dan Komandan mengadakan pembersihan Internal sampai bulan Juni 2016.

"Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo pernah menegaskan, apabila bulan Juni masih ditemukan anggotanya yang terlibat Narkoba tidak boleh malu, karena membersihkan internal pada diri sendiri. Sampai bulan Juni, apabila semakin banyak ditemukan anggotanya terlibat Narkoba, maka Komandannya akan diberikan penghargaan. Namun, setelah bulan Juni apabila ditemukan lagi oleh instansi lain, maka Komandannya akan diberikan sanksi," kata Kapuspen TNI.

Menanggapi kasus yang menimpa Komandan Kodim 1408/Makasar Kodam VII/Wirabuana Kolonel Inf Jefri Oktavian Rotti beberapa waktu yang lalu, Tatang menegaskan, apabila Komandannya terlibat kasus Narkoba, belum tentu semua bawahannya ikut terlibat.

Oleh karena itu, yang paling utama dalam hal ini adalah pemeriksaan yang ketat, detail, sejauhmana keterlibatan Komandan Kodim dan keterlibatan anggota-anggota yang lainnya. Dari situlah nanti akan bisa dicari, akan bisa ditemukan keterlibatannya dan tentunya akan terkait dengan proses hukum selanjutnya, ini harus cermat dan harus teliti.

"Upaya yang dilakukan oleh TNI untuk melindungi, mencegah dan memastikan bahwa internal TNI itu aman atau terlindungi dari susupan Narkoba yang ingin masuk ke dalam internal TNI adalah dengan adanya program pencegahan, penyalahgunaan Narkoba, istilahnya adalah Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN)," ujar Kapuspen TNI.

Kapuspen TNI juga menyampaikan, dilihat dari aspek hukum, TNI mempunyai badan- badan hukum seperti Babinkum, Kakumdam sampai ke tingkat Korem, dan itu secara rutin melaksanakan pembinaan.

Sedangkan dari aspek Kesehatan, narkoba itu adalah merugikan kesehatan. Itu juga akan dilakukan semacam penyuluhan kesehatan terkait dengan bahaya narkoba pada kesehatan.

Demikian juga pembinaan mental, bahwasanya itu adalah perbuatan yang dilarang atau haram, walaupun dapat uang dan uang haram, itu juga tidak bagus dari sisi agama kalau itu dilakukan dan yang paling penting kita bisa melihat gerak-gerik prajurit setiap
saat.

"Setiap prajurit TNI yang mencurigakan kita akan laksanakan tes urine bekerjasama dengan BNN. Dalam hal ini, BNN memberikan bahan sample lebih banyak kepada TNI, itu bisa menjaring secara langsung terhadap prajurit-prajurit yang dicurigai pengguna Narkoba. Kalau positif kita kembangkan, dari situlah didapatkan hasil tes urine tersebut," pungkas Kapuspen TNI.
0 Komentar