Senin, 20 Juni 2016 14:16 WIB

Ibu Korban Anak Kembar Hilang: RSHJ Berikan Pernyataan Tidak Benar

Editor : Hermawan
Laporan: Muchammad Syahputra

JAKARTA,Tigapilarnews.com - Raudiah Elva Ningsih (37) menjelaskan pihak RS Harapan Jayakarta (RSHJ) memberi pernyataan tidak benar kepada dinas kesehatan DKI Jakarta, Jumat (17/6/2016).

Dalam kesempatan itu pihak RSHJ memberi keterangan bahwa Raudiah tidak pernah melahirkan anak kembar di rumah sakit tersebut.

Hal itu dibantah Raudiah. Raudiah mengklaim melahirkan anak kembar di RS Harapan Jayakarta melalui operasi caesar pada Minggu, 8 Mei 2016.

Tapi, setelah proses persalinan selesai, pihak rumah sakit mengatakan Raudiah hanya melahirkan seorang bayi bukan kembar. Pihak rumah sakit memberi penyataan tidak benar.

Mengetahui salah satu bayi kembarnya hilang, keluarga Raudiah langsung komplain menanyakan bayi satunya lagi ke pihak RSHJ.

"Setelah operasi dan bayi saya dibilang cuma satu atau tunggal. Kondisi saya saat itu dengan tangan yang diikat, ketika dibilang begitu saya seperti disambar petir di siang bolong sambil teriak-teriak ke mana bayi saya," jelas Raudiah di kantor Komnas PA, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Senin (20/6/2016) siang.

Raudiah mengatakan ada salah satu perawat memintanya untuk tenang dan mencoba untuk berfpkir jernih, dan ada pula salah seorang asisten dokter mengatakan anak yang dilahirkan hanya satu.

"Ya, pada saat saya mendengar itu saya tidak bisa berbuat apa-apa, karena posisi tangan saya di ikat, dan  saya hanya bisa menangis dan tetap meyakini bahwa saya melahirkan anak kembar," ungkap Raudiah.

Beberapa hari berselang, Kursia (56), ibu kandung Raudiah, langsung mendatangi pihak RSHJ untuk menanyakan perihal keberadaan bayi kembar yang hilang tersebut.

Itu sudah menjawab pernyataan pihak RS Harapan Jayakarta yang mengatakan keluarga Raudiah tidak melakukan komplain, bahwa ini adalah bentuk dari upaya yang dilakukan oleh pihak keluarga dalam menanyakan keberadaan anak kembar yang hilang tersebut.

"Bukannya tidak berupaya, ibu saya sudah sampai bolak-balik ke Rumah Sakit Harapan Jayakarta, sudah seperti diping-pong," ujar Raudiah kesal.
0 Komentar