Laporan: Evi AriskaJAKARTA, Tigapilarnews.com Pemprov DKI Jakarta akan meningkatkan pengawasan sebagai bentuk antisipasi pasca peristiwa serangan bom bunuh diri di Mapolresta Surakarta.Salah satunya dengan memaksimalkan kegiatan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM)."Ya, (peran) FKDM kami tingkatkan. Saya ketua dewan penasehat FKDM, kami sudah kasih pencerahan bagaiamana dia tanda kutip 'intelnya pemerintah' yang ada di masyarakat," ujar Wagub DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat di Jakarta, Kamis (7/7/2016) siang.Dengan adanya peningkatan kegiatan FKDM, maka Djarot berharap informasi yang terjadi di masyarakat dapat diketahui.Apalagi informasi langsung terintegrasi ke wakil gubernur melalui grup WhatsApp."Kalau ada apa-apa mereka sampaikan kepada kami," pungkas Djarot.Diwartakan sebelumnya, Mapolres Surakarta mendapat serangan bom bunuh diri, Selasa (5/7/2016) pagi.Akibat teror bom itu, terduga teroris bernama Nur Rohman tewas di tempat dan seorang anggota Polri Bripka Bambang Adi mengalami luka di bagian wajah dan sudah mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.Kala itu, anggota usai melakukan apel pagi. Lalu, tiba-tiba datang Nur Rohman yang menggunakan sepeda motor menerobos dan memaksa masuk ke dalam halaman polres.Bripka Bambang, anggota Provos Mapolresta Surakarta sempat menegor Nur Rohman dan menanyakan soal maksud dan tujuannya. Saat ditanya Nur Rohman menjawab hendak ke kantin. Dan, tiba-tiba saja bom meledak.