Kamis, 13 Februari 2020 18:21 WIB

Gubernur BI Terangkan soal Langkah Jaga Inflasi 2020

Editor : Eggi Paksha
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo. (foto istimewa)

JAKARTA, Tigapilarnews.com- Bank Indonesia mengatakan sinergi kebijakan bersama pemerintah mampu menjaga inflasi 2019 tetap terkendali di level 2,72%, dari target 3,5%±1%.

Pencapaian tersebut merupakan terendah selama dua dekade, dan melanjutkan tren realisasi inflasi yang terkendali pada kisaran sasaran selama lima tahun terakhir.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengatakan inflasi yang terus menurun dan terkendali ini berkat kestabilan nilai tukar, hasil dari koordinasi kebijakan antara pemerintah dan Bank Indonesia, baik di tingkat pusat maupun daerah.

"Selain itu, pembangunan infrastruktur terus dioptimalkan sehingga memberikan dampak positif dalam perbaikan konektivitas dan kelancaran distribusi barang dan jasa," ujar Perry di Jakarta, Kamis (13/2/2020).

Perry menambahkan inflasi yang rendah dan stabil telah mendukung momentum pertumbuhan ekonomi, di tengah kondisi pertumbuhan ekonomi global yang melambat.

"Hal ini berkontribusi positif dalam menjaga daya beli masyarakat, memberikan insentif bagi penanaman modal termasuk investasi, dan meningkatkan daya saing perekonomian," jelasnya.

Ke depan, pemerintah dan Bank Indonesia, baik di tingkat pusat maupun daerah, berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas harga sehingga inflasi IHK tetap terjaga dalam kisaran sasarannya 3,0±1% pada 2020.

"Inflasi yang rendah dan stabil diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi yang kuat dan berkesinambungan menuju Indonesia Maju," jelasnya

Dan ada tiga langkah strategis pengendalian inflasi sebagai berikut, menjaga inflasi komponen bergejolak (volatile food) dalam kisaran 4,0±1%. Lalu memperkuat empat pilar strategi yang mencakup Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif (4K), sejalan dengan Peta Jalan Pengendalian Inflasi 2019-2021.

Implementasi strategi difokuskan untuk menurunkan disparitas harga antar waktu dan antar wilayah. Menjaga ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi, terutama menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan memperkuat kelembagaan pertanian, disertai peningkatan kapasitas, pembiayaan, dan pengembangan ekosistem pertanian digital, termasuk sinkronisasi program dan data.

Ketiga, memperkuat sinergi komunikasi untuk mendukung pengelolaan ekspektasi masyarakat dan memperkuat koordinasi pemerintah pusat dan daerah dalam pengendalian inflasi.(ist)


0 Komentar