Senin, 06 April 2020 13:44 WIB

Ecclestone Nilai Balapan F1 Musim 2020 Tak Mungkin Digelar

Editor : Eggi Paksha
Bernie Ecclestone. (foto istimewa)

JAKARTA, Tigapilarnews.com- Setelah delapan putaran pertama dibatalkan atau ditunda, Masa depan Formula One (F1) 2020 mulai terancam. 

Sebanyak 14 balapan terakhir juga bisa mengalami hal serupa akibat pandemi virus corona yang masih mengganas di berbagai belahan dunia.

Mantan bos Formula 1, Bernie Ecclestone, menilai balapan jet darat paling bergengsi di dunia tersebut tidak mungkin digelar untuk musim 2020. Pasalnya, tidak banyak waktu untuk bisa menggelar race dalam memenuhi persyaratan menggelar satu musim.

Dibutuhkan minimum delapan balapan agar kejuaraan valid. Namun, mantan kepala eksekutif F1 itu yakin hal tersebut tidak akan mungkin bisa dilakukan pada tahun ini.

“Kita harus menghentikan kejuaraan tahun ini dan mulai lagi tahun depan, karena saya tidak melihat kemungkinan mencapai jumlah lomba yang tepat dalam hitungan untuk satu kejuaraan,” kata Ecclestone dilansir dailymail.


“Harus ada delapan (balapan), dan saya tidak melihat mereka bisa mendapatkannya. Ini situasi yang sulit,” katanya.

Tahun ini, pembalap Mercedes AMG Petronas Lewis Hamilton memiliki kesempatan untuk menyamai rekor tujuh gelar juara dunia F1 milik legenda asal Jerman, Michael Schumacher. Namun, situasi dunia yang sedang dilanda wabah virus corona membuatnya harus bersabar lebih dulu untuk mewujudkan impiannya tersebut.

Namun, Ecclestone mengatakan kondisi itu tidak akan membuat banyak perbedaan bagi Hamilton. Pembalap asal Inggris ini dinilai masih memiliki banyak waktu untuk meraih kesempatan itu. Bahkan, pria berusia 89 tahun ini sangat yakin Hamilton pasti bisa meraih kemenangan berapa pun jumlah lomba yang diikutinya.

“Jika ini kejuaraan dunia dan Hamilton menang, itu akan menjadi catatannya dan mengatakan ia telah memenangi kejuaraan dunia. Hal yang mengenaskan adalah jika dia akan menjuarai delapan balapan. Itu tidak akan menjadi kejuaraan super,” ucap Ecclestone.

Jika F1 2020 dibatalkan, itu akan menimbulkan banyak dampak buruk dari segi ekonomi mulai dari tim, pihak penyelenggara, hingga F1 sebagai promotor balapan tersebut. Pasalnya, sebagian tuan rumah balapan mengandalkan pendapatan dari sponsor iklan, penjualan tiket, dan perhotelan.

Direktur pelaksana agensi tiket F1 berlisensi GPTicketshop, Ariane Frank-Meulenbelt mengatakan, situasi untuk semua Grand Prix (GP) F1 2020 mengalami penurunan drastis. Bahkan, dia mengakui itu bukan hanya terjadi pada balapan mobil terbesar di dunia tersebut, tapi juga di ajang balapan lainnya, seperti MotoGP.

Pasalnya, semua orang lebih mementingkan kebutuhan hidup untuk melakukan isolasi diri dari pandemi corona yang sudah menjangkit lebih dari satu juta orang dan hampir menewaskan 65 ribu orang.

“Penjualan tiket turun, tidak hanya turun, tetapi telah berhenti bersama-sama untuk semua acara motorsport di seluruh dunia,” ujar Frank-Meulenbelt.

“Maklum, orang punya hal lain yang perlu dikhawatirkan selain F1 atau MotoGP, dan juga tidak ada yang tahu kapan dan di mana kita akan mulai balapan lagi serta seberapa cepat perjalanan akan kembali bebas,” ungkapnya.(ist)


0 Komentar